Oleh: Zaeni Boli
Hari-hari yang semakin padat sering kali membuat seseorang sulit untuk fokus, apalagi menghasilkan karya. Padahal, untuk menciptakan karya yang baik, dibutuhkan konsistensi dan fokus, termasuk dalam menulis. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang penulis untuk memiliki ruang-ruang khusus sebagai tempat menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan.
Ruang yang dibutuhkan seorang penulis tidak selalu berarti ruang fisik semata, tetapi juga ruang waktu. Ruang kontemplasi adalah ruang perenungan bagi seorang penulis—dahulu mungkin dikenal sebagai meditasi. Namun, saat ini konsep tersebut dapat disederhanakan menjadi ruang kontemplasi yang lebih fleksibel, di mana seorang penulis dapat memilih tempat dan waktu yang sesuai dengan kebutuhannya, tanpa mengganggu aktivitas kesehariannya.

Meskipun ruang dan waktu yang digunakan hanyalah waktu luang, jika dimanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin akan menghasilkan karya yang apik.
Karya-karya tulis perlu terus dihasilkan oleh manusia agar tidak lekas kalah atau aus oleh kecanggihan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI). Dengan menulis, kita bisa meninggalkan jejak abadi atau, setidaknya, memiliki umur yang lebih panjang daripada batas usia kita. Maka, berkaryalah selagi ada kesempatan, meskipun rutinitas sering kali terasa menindas.
Selain itu, menulis juga bisa menjadi ruang terapi untuk mengatasi kejenuhan dari rutinitas harian.
Selamat mencoba!



