Menurut Yarfa, ketua kelompok, program pojok baca ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas membaca para siswa. “Rata-rata mereka suka baca buku fiksi, kaya cerpen dan novel,” ungkapnya.

Yuli, mahasiswi jurusan Ilmu Pendidikan Matematika melanjutkan, mereka mengetahui Rumah Dunia open buku dari teman kelompok yang lain. “Beberapa minggu sebelum kami, ada yang datang juga ke Rumah Dunia untuk pengambilan buku. Akhirnya kami coba datang juga ke sini,” terangnya.

Buku-buku tersebut rencananya akan diletakkan di tiap pojok kelas, sehingga memudahkan para murid untuk mengakses dan membacanya. Program ini akan berjalan selama 4 bulan, hingga bulan Juli mendatang.
“Terima kasih untuk bukunya, semoga ini bisa bermanfaat untuk anak-anak nanti. Kami do’akan semoga Rumah Dunia semakin sukses dan lebih maju,” ujar mereka kepada relawan Rumah Dunia sebelum pamitan.



