Perjalanan dari parkiran hingga rumah pohon yang berada di dalam hutan kecil itu memakan waktu kurang dari 15 menit. kalau kamu gak istirahat dan foto-foto di tengah jalan.

Dan sepanjang perjalanan, kamu akan melewati sumur kecil di atas sungai kecil yang airnya masih dimanfaatkan warga sana untuk cuci baju. Dhia dan Mandha, saudaraku dari Bogor senang sekali kuajak. Mereka betah.

Ketika sampai di gerbang tempat wisatanya, kamu (kalau beruntung) akan disambut oleh dua anjing penjaga di sana dan beberapa kucing yang kayaknya numpang tidur doang.

Di tempat wisatanya kamu boleh bawa makanan, tapi jangan juga bawa alat masak nasi dan dispenser sendiri ya. Ada warungnya di sana, kalau kamu pingin makan mie instan bisa pesan di situ..

Selain ada rumah pohon, ada juga taman bacanya. Tapi kemarin ketika datang tidak ada buku-buku yang disediakan. Mungkin karena kasus COVID-19 melonjak sehingga gak ada yang datang.

Masih ingat banget saya, suasananya, rasanya damai sekali di sana. Saya sangat menikmati perjalanan dalam hutannya. Dan entah mengapa tidak ada nyamuk yang menggangu.
Jika kamu iseng berencana datang ke sana, datang ketika matahari belum terbenam, ya!
Jika malam, sepanjang jalan tak ada lampu yang mencukupi untuk mencapai tujuan dengan selamat.
Bawa tikar dan rebahan dengan keluarga atau teman di rumput yang tak tinggi di sana, refreshing banget lho!
Wahh, ingin segera ke sana lagi deh!


