Nah, di setiap kota yang saya singgahi, semua yang saya miliki disebarkan dalam bentuk stimlus atau simulasi berupa:

1.Seminar Literasi
2.Pelatihan menulis dan menerbitkannya jadi buku
3.Dialog dengan pegiat literasi
4.Hibah buku



5.Menghadiri pelantikan PW/PD Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca, PD/PW Forum Taman Bacaan Masyarakat, dan PW/PD Ikatan Pustakawan Indonesia
6.Blusukan ke perpustakaan desa, komunitas literasi, dan taman bacaan masyarakat

7.Mewawancarai kepala daerah/kadis/tokoh literasi
8.Peluncuran dan bedah buku dan film
9.Pesta puisi malam hari di cafe-cafe.
10.Memikirkan kamu yang sendirian di rumah.


Pesta puisi adalah menu pembasuh rasa lelah. Pesta puisi ibarat ruang ekspresi bagi kegelisahan saya. Selalu bahagia jika sudah berada di panggung menyampaikan puisi-puisi yang saya tulis.


Semoga safari literasi ini membawa berkah dan bermanfaat. Terimakasih dukungannya.
Mari, kita terus menggelorakan bahwa Indonesia adaah bangsa dengan budaya baca dan menulis yang tinggi!
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia



