Acara ini bertujuan untuk mendorong minat baca masyarakat di daerah, khususnya Papua, mempromosikan produk dan jasa yang dihasilkan Perpustakaan Nasional, menyelaraskan program kerja Perpustakaan Nasional dan daerah, serta memperkuat jalinan kerjasama antara Perpustakaan Nasional dan daerah. Hal ini disampaikan Achmad Djalali, Plt Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Papua saat menyampaikan laporan kegiatan.

Acara dibuka oleh Elsye Rumbekwan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Papua dengan menabuh Tifa. Ia berharap kegiatan ini dampak berdampak positif terhadap masayarakat Papua, khususnya untuk menyongsong Indonesia Emas.

Narasumber dalam acara ini: Michael Jhon Yariseitouw (Duta Baca Provinsi Papua), Hanny Felle (Pegiat Literasi), dan Jose Alvan Ohei (Penulis) serta dimoderatori oleh Gol A Gong, Duta Baca Indonesia.

Michael Jhon Yariseitouw berharap Provinsi Papua bisa segera memiliki perpustakaan yang bagus. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan membaca harus dimulai dari rumah. Targetnya selama menjadi Duta Baca Papua bukanlah membuat masyarakat Papua gemar membaca, tapi berhenti mabuk-mabukan dan hal-hal negatif lainnya, membaca adalah prosesnya untuk berhenti.

Sementara itu Jose Alvan Ohei berpendapat bahwa Generasi Gen Z, tidak hanya di Papua Kesulitan untuk menulis dan membaca karena kehadiran teknologi digital. Sehingga punya pekerjaan rumah yang berat untuk menguatkan minat baca.

Hal lain disampaikan Hanny Felle, ia berpesan bahwa gerakan literasi Papua ada di pundak anak muda. Ia berharap gerakan literasi yang ia tekuni bisa diteruskan oleh anak-anak muda.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pelatihan menulis esai populer bersama Duta Baca Indonesia, Gol A Gong. (Rudi Rustiadi/asisten)





