Sebelum berpisah, kami sempat dijamu makan malam di rumah Ramayani dan Riyan. Rumah mereka berjarak hanya beberapa sekitar 200 meter saja dari tempat kami menginap. Tentu saja kami juga sangat berterima kasih kepada Rektor IAI Tebo, Nurhuda serta dosen-dosen di sana, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Tebo Pak Erianto, serta Bang Ahmad Agung Purwo Siswono dan guru-guru di SMKN 1 Tebo yang sudah menerima kami di Tebo.

Kami mulai meninggalkan Tebo menuju Padang Panjang pada Selasa (29/11/2022), sekitar Pukul 05.30 WIB. Seperti biasa, yang bertugas sebagai driver adalah Rahmat Heldy HS – Duta Baca Banten.

Perjalananan masih melewati jalan raya yang panjang dan berliku. Di kanan-kiri jalan pohonan tumbuh subur, hutan-hutan masih banyak terlihat, sebelum kemudian kami sampai di Kedai Panjang Muara Bungo, Jalan Dahlia, Muara Bungo-Jambi. Kami sarapan pagi di sana dengan menu soto ayam dan sate ayam. Kami sampai di Jalan Dahlia Pukul 06.45 WIB.

Setelah itu kami mengambil foto-foto dengan latar bangunan-bangunan tua. Ini bangunan peninggalan Belanda. Kami kembali melakukan perjalanan menyusuri jalan-jalan yang berliku dah naik-turun. Rupanya kami sudah memasuki jalanan berbukit.

Pukul 12.00 WIB kami kembali mampir di RM Pondok Silohan Angin Berembus untuk makan siang dan melaksanakan solat Duhur. Kami istirahat sejenak, sekadar meluruskan kaki, mengendorkan otot-otot karena terlalu lama duduk di dalam mobil. Sebelum kembali melakukan perjalanan. kami akan mampir dulu ke Sawahlunto.
Sampai di Sawahlunto
Pada Pukul 13.39 WIB kami sampai juga di Sawahlunto. Kami mengabadikan momen di Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto dan di Musium Kereta Sawahlunto, terus menuju Objek Wisata Lobang Tambang Mbah Soero di Jalan Abdurrahman Hakim, Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat. Untuk nama Soero ini, konon kabarnya lubang tambang ini pertama kali dibuka pada tanggal satu suro atau satu muharam.

Yang kedua lubang tambang ini letaknya persis di belakang Surau. Dan versi ketiga pernah ada salah satu mandor di tambang ini yang memiliki kinerja bangus, serta berwibawa bernama Surono, untuk itulah tambang ini diberi nama Mbah Soero.

Jika ingin masuk ke Objek Wisata Lobang Tambang Mbah Soero ini, tiket masuknya cukup terjangkau, hanya Rp. 10.000,- per orang dan nanti para pengunjung akan diberikan selembar sertifikat sebagai tanda bukti bahwa kita pernah mengunjungi Lobang Tambang Mbah Soero.
Perpus Muhammad Yamin
Dari Lobang Tambang Mbah Soero, kami kembali menyusuri jalan dan mampir sebentar ke Perpustakaan Umum Muhammad Yamin di Talawi Mudiak, Kecamatan Talawi Kota, Sawahlunto, Sumatera Barat.

Sebentar saja kami berkunjung ke perpustakaan ini. Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia menyumbangkan dua buku Leksikon terbitan Perpusnas Press.
Dari sana kami melanjutkan perjalanan, hingga azan magrib berkumandang kami baru sampai ke Padang Panjang di tempat penginapan rumah warga di Kampung Kubu Gadang, Kecamatan Padang Panjang Timur. Kami meningap di rumah Pak Musrizal yang berusia enam puluh tahun dan pensiunan PT. KAI. (*)


