Pagi-pagi sekali sekitar pukul 05.46 kami langsung check-out dari hotel, Sabtu (3/12/2022), melewati Jalan Lintas Sumatra dan sarapan pagi di pinggir jalan lintas selatan. Rahmat Heldy HS sebagai driver sejak awal ekstra hati-hati mengemudikan laju mobil di jalan Lintas Sumatra ini. Selain jalan yang berkelok, naik turun dan kecil, mobil-mobil yang melintas di jalur ini kebanyakan mobil-mobil besar seperti kontainer, mobil pengangkut kayu-kayu atau mobil dengan muatan kelapa sawit.

Semua mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Mungkin karena mengejar waktu atau bisa jadi karena jalanannya terbilang mulus (meski ada di beberapa bagian jalannya berlubang). Maka ketika ada mobil besar dengan muatan penuh dan berjalan lambat, akan disalip oleh mobil yang ada di belakangnya.

Sekali waktu kami berhenti di pinggir jalan. Rudi turun dan menyebrang untuk menanyakan arah jalan kepada orang yang ada di warung. Karena dari kami sempat ragu pada jalur ini. Apa benar jalannya atau malah nyasar. Saya melihat Rudi sedang bertanya pada penghuni rumah, tiba-tiba di depan mobil kami yang sedang berhenti ada mobil besar yang menyalip dan..
WUUUUZZH!

Saya, Gol A Gong, Toto dan Rahel kaget menyaksikan mobil besar tadi lewat di depan kami dengan kecepatan tinggi dan jaraknya sangat dekat dengan mobil kami. Rahel beristigfar. Setelah mobil-mobil besar lewat dan Rudi masuk, Rahel kembali tancap gas!
Selama hampir 13 jam melakukan perjalanan, barulah kami menginap di Mutiara Hotel, Jalan Patimura No. 62, Jambi. Kami tadinya hendak terus jalan, tapi kami terlalu lelah. Demi keselamatan bersama, kami pun bermalam di Mutiara Hotel.

Perjalanan panjang dan cukup menguras tenaga di Jalan Lintas Sumatra menjadi pengalaman berharga bagi saya. Lantas saya membayangkan bagaimana nasib para supir-supir lain, yang mengangkut muatan banyak dan mesti melewati jalur lingkar Sumatra itu, tidak hanya sekali mungkin berkali-kali.


