Safari Literasi Sumatera #4: Iswadi Pratama Puji Toto ST Radik Berani Bicara Sosial-Politik dalam Buku Apakah Negara?

Di tempat yang sama, Gol A Gong selaku Duta Baca Indonesia menceritakan salah satu tugas DBI sekarang adalah tidak lagi sekadar mengajak masyarakat agar gemar membaca, tapi juga lebih pada gerakan Indonesia Menulis. Untuk itu Gong punya tagline Berdaya Dengan buku.

“Bicara buku, Kepala Pusat Analisis dan Pengembangan Budaya Baca, Perpusnas RI Dr. Adin Bondar, menulis bahwa rasio ketersediaan sumber bahan bacaan masyarakat adalah 1:90. Artinya, satu buku diperuntukkan 90 orang. Seharusnya rasio ideal per kapita menurut UNESCO adalah 3 buku untuk 1 orang. Jadi kita itu masih kekurangan buku,” kata Gong.

“Untuk itu, saya sebagai Duta Baca Indonesia yang dikukuhkan pada 31 April 2021 oleh Perpusnas RI meneruskan perjuangan Najwa Shihab, memiliki program kerja ‘Indonesia Menulis’ bagi para pemustaka atau pegiat literasi untuk menuliskan apa saja, bisa kisah hidupnya atau hal lain,” kata Gong.

Ir, Anshori Djausal, MT, selaku Ketua Akademi Lampung mengatakan, terkait literasi, Lampung sudah memiliki sejarah yang cukup panjang. “Literasi di Lampung sudah dimulai saat politik etis. Yaitu edukasi, transmigrasi, dan irigasi pada tahun 1930-an,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Untuk itu Anshori sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena iya yakin akan memiliki dampak yang luar biasa dikemudian hari.

“Saya percaya, bagaimana satu hal kecil kegiatan semacam ini bisa berdampak besar di kemudian hari. Seperti juga kegiatan yang dilakukan Gol A Gong ini, mungkin tidak akan langsung kelihatan hasilnya, tapi nanti beberapa tahun ke depan akan terlihat hasilnya, peradaban literasi kita akan semakin maju,” tutup Anshori.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==