Setelah Kamis gagal salat berjamaah, hari ini tidak boleh gagal. Persis pukul 11:30, aku dan Jordy-Natasha menuju Masjid Kocatepe di pusat kota.
Di depan Indonesian Community Center ada halte bus. Kami naik bus kota warna biru. Ongkosnya 30 Lira Turki. Kami turun di halte yang dekat ke masjid. Jalan kaki sekitar 1 km. Jalannya menanjak.


Aku baca di Google, bahwa Masjid Koçatepe (bahasa Turki: Koçatepe Camii) adalah sebuah kompleks masjid peninggalan Kesultanan Utsmaniyah yang berada di kota Ankara, Provinsi Ankara, Turki. Masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1967 sampai tahun 1987, tetapi ide untuk membangun masjid ini sudah ada sejak tahun 1940-an. Kemudian pada tanggal 8 Desember 1944, Ahmet Hamdi Akseki, Wakil Presiden Urusan Agama Turki, bersama tujuh puluh dua anggota pendiri, mendirikan sebuah organisasi untuk mengatur selama proses pembangunan.


Kata Hauzan Ariq, Staff Indonesian Center, “Di sini Sunny. Aman.”
Aku dan Jordy-Natasha terbengong-bengong begitu melihat arsitektur Masjid. Mengutip akun FB Joko Widodo, bahwa Masjid Kocatepe adalah salah satu landmark kota Ankara. Masjid terbesar ibu kota Turki yang bersejarah itu bisa menampung 24.000 jemaah.


Mehmet Gormez, Presiden Diyanet (Lembaga Urusan Agama Kepresidenan Turki) menjelaskan , bahwa di Turki terdapat 90 ribu masjid dan 34 ribu tempat pendidikan Al Quran.
20 Februari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author




