Sarapan Kata 116: Makan Hati Berulam Jantung

Sarapan Kata 116: Makan Hati Berulam Jantung adalah peribahasa yang mengandung arti merasakan sakit hati yang sangat dalam, tersiksa batin, atau kecewa berat—ibarat sudah “makan hati” (menahan perasaan, sedih, sakit), ditambah lagi dengan “berulam jantung” (yang lebih lembut dan rapuh), sehingga rasa perihnya makin mendalam. Itu karena diakibatkan oleh temannya sendiri.

Penjabaran Makna:

  • Makan hati = menanggung penderitaan batin, kesal, kecewa.
  • Berulam jantung = ditambah lagi dengan sesuatu yang sangat menyakitkan, bahkan lebih halus dan sensitif dari sebelumnya dari temannya sendiri.

➡️ Jadi, ini peribahasa untuk menggambarkan kekecewaan yang bertumpuk-tumpuk, sakit hati yang berlapis-lapis, yang membuat seseorang terasa hancur dari dalam karena akibat dari ulah temannya sendiri.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:

  1. Seorang istri yang sudah sabar dengan sikap kasar suaminya, tapi ternyata juga diselingkuhi. “Sudah makan hati, berulam jantung pula…”
  2. Seorang anak yang dimarahi orang tuanya padahal sudah berusaha keras untuk menyenangkan mereka. “Dia diam saja, tapi dalam hati… makan hati berulam jantung.”
  3. Sahabat dikhianati sahabat sendiri, padahal sudah saling percaya dan saling bantu. *”Sakitnya tuh… bukan cuma hati, tapi sampai ke jantung

Tim GoKreaf/ChatGPT

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==