Bumbunya bawang putih, cabe hijau, daun jeruk, kunyit, nanas, cengkeh, dan tomat. Oh ya, tentu saja garam tejakula, oregano bubuk, dan parsley. Sebenarnya mengikuti yang tersedia di dapur, sih. Yang ada saja yang dipakai.

Jelang mau matang, aku tambah bubuk kayu manis dikit, mengingat ada sedikit nanas dan cengkeh di dalam nasi. Hasilnya nasi goreng martabak telur jadi lebih wangi. Sayangnya …
Iya, aku sadar waktu mencicipi nasgor di meja makan. Ya Allah, pedas banget! Huhuhu. Kebayang hubby akan protes, apalagi kalau efeknya bikin sakit perut. Duh, aku harus segera melakukan sesuatu!

Mau menambahkan nasi putih, sudah habis dan belum masak lagi. Ketika melihat telur dadar yang cukup besar, aku kurangi porsi nasi hubby. Biar nggak terlalu banyak derita pedasnya. Selebihnya mungkin bisa dibantu martabak telur biar sedikit melipur pedas.
Alhamdulillah. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih. Sehat-sehat semuanya! ![]()


