Sebuah Proses Bernama Bertanya

Aku pernah mematahkan tiga jarum jahit sekalinya bikin baju dengan bahan kain tenun. 🙈 Ini bukan karena sakti, tapi karena jarum jahit tak mampu menembus ketat, rapat, dan tebalnya birokrasi, eh, jalinan serat-serat yang mengandung polyester. Blaaah. 🤣

Alhamdulillah, proses menjahit lebih mudah dengan kain yang lebih kokoh karena metode drill. Wogh salah fokus, monmaap 🙏

Menjahit baju ini disertai drama, gais. Jadi akutuh paling puyeng kalau mau bikin tempat kancing depan. Padahal dulu percobaan pertama sukses. Alhamdulillah. Nah tentu saja kuingin mengulang kesuksesan itu, tapi lupa caranya. Jadilah aku mantengin yutub.

Udah nonton sepintas, lalu coba praktik. Lupa lagi, nonton lagi. Sampai hampir jadi baru nyadar kainnya terbalik, gais 🙈 Sudah pernah kubilang kain tenun ini tricky sekali. Mana atas dan bawah suka membingungkan di beberapa motif. Ada juga yang lebih arif, membiarkan motifnya sama aja. Kasih aplaus deh buat kain jenis ini. 😂

Ketika mendapati kenyataan memilukan kain yang terbalik dan kemungkinan lepas jahitan, timbullah jiwa rebel. Emang kenapa kalau kainnya terbalik? Orang bakal ngaruh, gitu? Cuek aja napa. Yang terpenting, jangan kasih tahu hubby, biar beliau pede pakainya. Eh, pdahal hubby sering juga secara sengaja memakai kaos terbalik dan celana terbalik. Jadi, aman.

Berkelindanlah bujukan syaiton yang meruntuhkan imanku dan membuatku lupa untuk selalu minta perlindungan dan pertolongan Allah. 😭 Memang yang namanya syaiton nggak bakal berenti membuat kita terlena, gais. So jangan pernah mengikuti bujukannya.

Akhirnya aku nggak mau nyerah, dong. Sambil sambat aku bilang, ini gimana ya Allah, masa harus dibongkar lagi? Masya Allah, seketika Allah kasih aku ide, gais. Otak-atik, coba anelayz segala cara, bolak-balikin kain, akhirnya aku ngerti ini bisa diakali.

Alhamdulillah jahitan jadi bener. Aku nggak mau kasih tahu caranya, karena ini ilmu yang ditunjukkan langsung sama Allah. Jadi jika kalian mau tahu segala sesuatu, langsung minta petunjuk sama Allah, gais. Seriusan.

Apakah drama selesai? Wogh, nambah satu lagi, gais. Waktu jahit bagian lengan, aku menggampangkan karena termasuk jahitan mudah. Eh, langsung dikasih peringatan sama Allah dengan kenyataan kainnya terbalik. Padahal akutuh udah kasih kode yang mana kain bagian dalam. Kok masih salah juga. 🙈

Mau nerusin, kok ada kesalahan gini, ya? Aku akhirnya berhenti dulu. Aku percaya setiap kebetulan itu pertanda, kita disuruh mikir tanda apa itu. O ini ada masalah, pasti karena amalanku tipis. Ok rehat dulu dan introspeksi.

Setelah tenang, aku lanjut jahit lagi, sampai baju selesai. Alhamdulillah melewati pasang kerah dengan mulus. Aku suka tempat kancingnya, sampai aku pengin nangis saking senangnya. 😭

Pas difoto, lho kok jadi tampak seperti kaus garis-garis idola bapack-bapack. 😭
Aku chat hubby yang lagi di luar kota, dijawab kalau bagian bawah terlalu polos. Whuaa! Aku kan jadi cedih. Mana kain tenun motif itu habis. Lalu muncul opsi tabrak motif. Seperti yang kuduga, hubby menolak.

Mungkin kalau untuk sekadar fashion bisa aja tabrak motif. Tapi kalau buat kostum di acara resmi, atau saat memberi pelatihan menulis, main tabrak motif tentu berisiko. Bisa jadi peserta tidak mengingat materi karena lebih fokus memperhatikan motif baju. 🤣

Jadi aku bikin beberapa alternatif desain. Nah yang mana yang akhirnya terpilih, tunggu kabar selanjutnya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==