“Aduh, Pak. Nggak salah memilih saya?”
“Kami sudah memantau Bapak.”


Aku memang bukan orang baru di Perpusnas RI. Aku beberapa kali jadi narasumber. Bahkan pernah jadi kandidat Duta Baca Indonesia 2016-2020 dimana Najwa Shihab terpilih.

“Kami butuh orang yang menjalankan program kami. Bapak biasa blusukan ke desa-desa mengajak orang membaca dan mengajari mereka menulis.”
“Tapi, saya tida sempurna, Pak.”
“Kami yang menyempurnakannya, Pak.”
“Saya banyak kekurangannya, Pak.”
“Kami yang akan memperbaikinya.”


Aku terdiam lama. Sungguh, aku tidak menyangka. Bagaimana bisa? Masih banyak orang yang lebih layak dariku. Aku orang kampung, yang sedang asik-asiknya membangun peradaban baru di Rumah Dunia, Serang-Banten.
Bersambung ke bagian 3



