Sejarah Kuburan China di Indonesia

KompasTravel menulis 6 fakta menarik tentang kuburan China. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “6 Fakta Menarik Soal Makam Tionghoa yang Belum Anda Ketahui”, https://travel.kompas.com/read/2018/02/11/081021227/6-fakta-menarik-soal-makam-tionghoa-yang-belum-anda-ketahui?page=all. Penulis : Silvita Agmasari. Keenam fakta itu :

Travel Kompas.com
  1. Bentuk makam yang khas Makam Tionghoa biasanya dapat dengan mudah diketahui dari gaya arsitektur yang khas. Ciri lainnya memiliki gundukan tanah yang agak tinggi, berukuran besar, ada meja persembahan di depan nisan, ada tonggak Dewa Bumi sebagai penjaga di sebelah kiri makam, dan nisan yang disebut bongpai bertuliskan kanji China.
  2. Besarnya makam menentukan status Besar makam Tionghoa, biasanya mencerminkan status yang dimakamkan. Semakin besar makam, semakin tinggi status yang dimakamkan.
  3. Konsep kematian juga mempengaruhi besarnya makam Masyarakat China tradisional memiliki konsep kematian tersendiri. Orang China tradisional percaya orang meninggal akan berpindah tempat ke dunia lain. Dunia tersebut mirip dengan dunia hidup sebagai manusia. Jadi saat dimakamkan jenazah orang China tradisional akan mengenakan pakaian terbaik dan semua barang kesukaan semasa hidup ikut dikuburkan.
  4. Nisan di makam juga menentukan status Zaman dulu makam-makam China bongpainya (nisan) terbuat dari kayu untuk orang-orang yang tidak mampu. Namun untuk makam makam pejabat dan orang kaya, biasanya menggunakan bongpai batu dan berukir aneka simbol religi di makamnya. Ragam hiasan di bongpai diambil dari aneka motif, gambar yang berkaitan dengan kisah dewa-dewa, simbol-simbol keberuntungan, kesejahteraan, bakti dan hal-hal baik.
  5. Tradisi ziarah makam justru setelah Imlek Mengunjungi makam menjelang Imlek tidak menjadi suatu kewajiban bagi masyarakat China. Sembahyang di makam ada waktu khususnya yaitu ketika masa Ceng Beng (qing ming). Membersihkan kuburan dan berdoa untuk leluhur. Saat momen Ceng Beng sanak saudara kerabat mudik untuk membersihkan makam orangtua atau leluhur.
  6. Tidak melulu dimakamkan Tidak semua jenazah orang China dimakamkan, alternatif lain adalah kremasi. Biasanya dilakukan sesuai permintaan sebelum meninggal. Untuk itu ada rumah abu, tempat menaruh abu jenazah dan tetap didoakan saat momen Ceng Beng.
Palembang, Merdeka.com

Tapi sejak 1980-an, kuburan China di kotaku – Serang-Banten, hilang berganti perumahan dan perkantoran. Sejarah kotaku sebagian hilang. Bagaimana di kota Anda? Di Pontianak, saya sempat piknik ke kuburan China yang kolosal. Saya senang kuburan China. (Gol A Gong)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

1 Komentar

  1. Memiliki taman bunga adalah mimpi setiap pecinta alam dan keindahan. Taman bunga adalah tempat di mana ke eksotikan alam berkumpul dalam orkestra yang mempesona. Dengan aneka macam jenis bunga yang mekar dalam beragam warna dan aroma, taman bunga menjadi surga kecil yang mengundang mata dan hati untuk terpesona. Dalam taman bunga, kita dapat menyaksikan paduan sempurna antara warna-warni bunga, hijaunya daun, dan kesegaran alam yang membawa kedamaian dan kegembiraan. Taman bunga adalah tempat di mana kita bisa melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia dan membiarkan diri kita tenggelam dalam keindahan yang tak tergantikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==