Sejarah Rumah Dunia 19: Perihal Nama Rumah Dunia

Sementara itu aku tetap mengasuh dan mengajari dua anak kami. Aku masih terus membacakan buku, mengenalkan huruf dan kata, membuat hasta karya, dan mengenalkan lagu-lagu. Tentu saja mengenai akidah dan ibadah harus terus ditanamkan dan dilatih.

Porsi mengetes hafalan surat Qur’an Bella dan Gab ditangani oleh Nek dan Aki. Aku bagian mengajarinya kapan pun kami punya waktu. Kadang hafalan dilakukan jelang tidur malam. Anehnya, bukannya mengantuk karena mengaji, dua anak itu seperti ditantang untuk mengingat-ingat urutan ayat-ayat surat pendek dari Qur’an. Ada bagusnya juga begitu, karena hari-hari mereka ditutup dengan mendengar firman-Nya.

Selain ke anak sendiri, aku juga mengajari anak-anak yang datang dari kampung sekitar dan komplek di mana kami tinggal. Mungkin belum intens dan belum ada jadwal, tapi kuusahakan selama aku ada di rumah akan kudampingi. Alhamdulillah buku-buku yang tersedia makin banyak. Tas transparan tempat menyimpan bed cover beralih untuk menyimpan buku-buku.

Suamiku sendiri sudah menyematkan nama yang diidamkan sejak lama untuk sebuah tempat berkumpul. Rumah Dunia, begitu sering disebutnya.

Perihal nama ini ditemukannya ketika menemani aku melahirkan bayi pertama. Suamiku membeli buku tulis yang digunakannya untuk menulis ide cerita di klinik. Sementara itu aku melewati mulas rahim dengan berjalan kaki di lorong klinik. Aku yang memintanya duduk saja sambil menulis, daripada ikut jalan bolak-balik.

Di halaman pertama buku tulis itu ia menulis “Rumah Dunia”. Sebuah nama yang dapat diartikan menjadi tempat pertama orang mengenal dunia. Sebagaimana di klinik-lah para bayi melihat dunia kali pertama.

Akhirnya ada saatnya juga nama itu disematkan untuk tanah belakang rumah. Hanya filosofinya menjadi lebih luas: memindahkan dunia ke dalam rumah melalui buku.

Apa pun itu, aku tidak masalah, selama aku boleh mengajari anak-anak dengan segala ide yang ada dalam kepalaku. Suamiku mendukung sepenuhnya, dan aku seperti berlari dengan mengajari anak-anak banyak hal selama mereka masih suka diajari.

Rumah Dunia, 8 Maret 2024

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==