John duduk di sebelah saya. Dia bertanya tangan kiri saya. Johny mengajari saya jadi anak badung. Pokoknya segala perkeliruan remaja, John kenalkan kepada saya. John itu lebih cepat dewasa daripada yang lain. Badannya juga tinggi besar. Dia lahir lebih cepat dari zamannya.

Saya malu-malu berteman dengan John. Tapi saya suka juga dengan kehadiran John yang mencairkan suasana kelas. Saya merasa John tidak masalah dengan kecacatan saya sehingga saya mulai bisa membaur. Dari tindak-tanduknya, dia seperti melindungi saya. Seperti mendapatkan angin segar dari John, saya mulai terbiasa dengan suasana kelas. Dia seolah melindungi saya. Seolah bilang, “Kalo ada yang ngejek kamu buntung, bilang saya.” Suaranya itu berat.
Hari Senin 4 Januari 2021, saya mendapat kabar Johny telah berpulang. Selamat jalan, John. Doa saya untukmu. Saya tidak bisa datang menengokmu. (Gol A Gong)


