Maksi Masan dikenal sebagai sosok guru berprestasi sejak 2018, 2019 yang lolos sebagai persenter Kesharlindung, Kemendikbud. Ia juga adalah salah satu dari 74 penerima Ikon Prestasi Pancasila di antaranya Iwan Fals, Butet Manurung, Nadiem Makarim, Tri Utami, dan lain-lain. Selain itu, Maksi Masan pada tahun 2020 menerima apresiasi Astra Award Bidang Pendidikan.

Penulis 16 buku sejak tahun 2015 ini, pada tahun 2022 menerima apresiasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur sebagai guru kreatif. Pada Oktober 2023, selama 2 pekan, Maksi Masan menjadi delegasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengikuti Training Leadership di Bangkok, Thailand. Akhir 2023, Pos Kupang Award Ia terima sebagai Guru Kreatif dan Inovatif. Pada Program Pendidikan Guru Penggerak Kemendikbudristek, Maksi Masan merupakan Pengajar Praktik Angkatan 2. Selain itu, Guru IPA pada SMPN 1 Lewolema ini juga adalah Fasilitator Angkatan ke 16.

Segundang prestasi dan pengalaman belajar ini, Maksi Masan dipandang cakap memberikan materi tentang membangun inovasi sekolah.
Pada awal kegiatan presentasi materi membangun inovasi sekolah, Maksi Masan memberikan kesempatan kepada Kepala Sekolah dan guru SMPN Balaweling, memperkenalkan diri sekaligus menyebutkan salah satu potensi atau keunggulan yang dimiliki. Cara ini untuk memetakan potensi-potensi para guru yang nantinya akan menopang inovasi sekolah.

Dalam paparannya, Maksi Masan menjelaskan tentang apa itu inovasi sekolah. Bagi Maksi, inovasi sekolah adalah bagaimana memasukan atau mengenalkan hal-hal baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya baik berupa gagasan, metode atau alat di sekolah yang pada waktunya dapat memberikan perubahan.

Beberapa contoh rancangan inovasi sekolah diperkenalkan oleh Maksi Masan diantaranya, membentuk komunitas kreatif di sekolah, pembelajaran berbasis teknologi, ruang kelas fleksibel, laboratorium inovasi, program pembelajaran kolaboratif, pendidikan berbasis proyek, program ekstrakurikuler inovatif.

