Alhamdulillah pagi ini berhasil menunjukkan ke anak-anak cara menggunakan stempel dengan lilin. Sebenarnya sudah beberapa tahun lalu beli lilin batang warna merah itu, saya lupa namanya apa. Kemasannya seperti lilin berpenampang kotak, panjang sekitar 20 sentimeter. Bahannya ringan, keras mirip plastik. Tapi riskan patah karena rapuh. Saat batang lilin ini jatuh ke permukaan keras, mungkin seperti itulah ilustrasi patah hati manusia. #tsaah

Waktu nemu lagi pagi ini cuma tinggal seuprit, jadi mari gunakan seefektif mungkin untuk ditunjukkan fungsinya ke Jordy Alghifari dan Natasha Azka.

Penggunaan lilin ini harus dibakar, untuk dioleskan di atas kertas lalu dicap dengan stempel costumized. Kalau sekarang amplop sudah banyak berstiker, berlabel nama lembaga, bertali untuk keamanan. Zaman dahulu untuk menunjukkan keaslian surat dan menjaga keamanan dari orang kepo, dipakailah lilin berstempel semacam ini. Stempelnya terbuat dari batu, jadi tidak mudah ditiru, nggak kayak sekarang tinggal pesan stempel tanpa bantalan. Sedangkan untuk keamanan, stempel dicetak di penutup amplop untuk merekatkan. Jadi kami mencobanya, ketika amplop dibuka, meskipun sudah hati-hati, masih ada sisa lilin di amplop. Ketahuan deh amplop udah dibuka.

Sempat lihat ada bekas lilin yang menempel di stempel, akhirnya stempel dipanaskan dengan harapan lilin mencair dan stempel bersih. Memang lilin bisa diambil, tapi stempel batu jadi hangat. Akibatnya ketika stempel digunakan kembali, lebih banyak lilin yang nempel di permukaan stempel daripada yang berhasil menempel di amplop. Gagal deh.

Kami jadi tahu, stempel batu digunakan dalam kondisi dingin. Ketika dibiarkan setelah dipanaskan tanpa sengaja, ada sedikit uap yang keluar dari sisi stempel. Jadi ingat batu pun bisa dipakai untuk menghangatkan ruangan, di sebuah film lama. Wah, ingin tahu juga apakah batu bisa menghangatkan hati.

Stempel yang ini oleh-oleh Nabila Nurkhalishah waktu trip ke Nanjing, China tahun lalu. Dipesan khusus bertuliskan “GOLA GONG” dan dihadiahkan buat papahnya. Tapi yang senang malah mamah, karena dari kecil pengin stempel macam itu. Kalau dulu kebayangnya surat rahasia dinasti Ming berstempel naga. Begitulah pagi kami.

Tias Tatanka

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==