Soal ilmu membuat aneka kue basah itu didapat Syahiyah sedari kecil dari keluarga besarnya di Cilegon. Syahiyah, memang sudah senang membuat kue-kue basah saat masih tinggal di kampung halamannya itu.

“Sejak kecil saya sudah terbiasa bantu-bantu keluarga membuat kue-kue basah kalau sedang ada acara selametan atau maulidan. Dari sana saya akhirnya bisa membuat aneka kue yang enak,” kata Syahiyah saat ditemui di kediamannya di Kampung Kadaleman, Kibin, Rabu (7/9/2022).

Sejak 2020, Syahiyah mulai membuka terima order kue-kue basah seperti kue putri ayu, sakura, kue pelangi, bugis, kue aung-aug atau sengkulun, kue lapis, puding telor ceplok, kue nona manis, onde-onde, puding merah putih, bolu kukus, kue lumpang atau cecuer dan lain-lain.

“Selain terima order bikin aneka kue basah, saya juga mulai merambah terima pesanan nasi tumpeng dan nasi punar. Biasanya yang pesan buat acara lamaran, syukuran, acara rapat di kantor kecamatan, selametan tujuh bulanan, atau acara hajatan dan lain-lain,” paparnya.

Untuk harga kue basah dibanderol Rp.1.000,- per PCS. Sementara untuk harga nasi tumpeng per paketnya dibanderol Rp.300.000,- dengan isian lauk ayam, telur, tempe orek dan sayuran mie dan urab.
“Untuk isian lauk-pauk nasi tumpeng, bisa diganti sesuai pesanan saja,” jelas istri dari suami Asbullah (45) ini.

Syahiyah mengaku, dirinya terkadang terima pesanan kue-kue basah mencapai 150 PCS hingga 200 PCS. Pada saat bulan maulid pesanannya bisa mencapai 600 PCS dalam sehari. Dan untuk tanggal 10 September 2022 nanti, ia mengaku sudah ada pesanan kue 500 PCS.

Syahiyah menjelaskan, untuk omzet dari usaha dapur ini mencapai ratusan ribu rupaih dalam sebulan.

“Alhamdulillah disyukuri saja. Lumayan untuk tambah-tambah uang dapur dan buat nambahin modal kebutuhan warung kelontong,” pungkasnya.




Subhanallah
Semoga berkah dan tetap jaya
Semoga tetap selalu di berikan kesehatan
Amin ya Allah ya robbal alamin
Amin ya Allah!!! 👐👐👐