Cerita Pendek di Era Digital

Pandemi Covid-19 melahirkan cara hidup “new normal”. Sudah lazim sekarang orang-orang menggunakan masker dan menjaga jarak. Bahkan tidak lagi bertemu untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya kolektif. Semuanya berpindah ke internet. Begitu juga dunia sastra. Para penulis segala jenis sastra di Indonesia “eksodus” ke online; mulai dari Kelas Menulis Online, Komunitas Menulis online, Pelatihan Menulis, Pembacaan Puisi, Bedah Buku, hingga Peluncuran Buku.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Cerpen: Gadis Pemulung Masuk Televisi

Karya Gol A Gong

Aini duduk di pos ronda. Karung teronggok di tiang. Dia menyeka keningya. Punggung tangannya basah. Ini hari panas sekali. Mungkin pertanda akan hujan. Dia baru sekitar 1 jam mengelilingi perumahan; mencari-cari rongsokan. Karungnya baru terisi seperempat. Di bak sampah tikungan jalan komplek, dia hanya memperoleh beberapa botol minuman plastik. Di bak sampah rumah nomor 9, hanya ada 2 botol plastik minuman ukuran besar.  

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Latihan Membuat Kalimat Pembuka Dari Peristiwa Bulan Purnama di Pekuburan Dengan Melibatkan Tokoh

Kamu kesulitan membuka ceritamu dengan kalimat apa dan bagaimana? Untuk sekadar latihan, sering-serinlah berlatih membuat kalimat berdasarkan foto. Itu latihan yang efektif. Sekarang saya ingin mengajak kamu berlatih mmbuat kalimat pembuka dengan melihat fenomena alam di sekitar kita. Misalnya bintang di langit, bulan purnama, sungai banjir, gunung yang gundul, dan masih banyak lagi. Kali ini saya akan mengajak kamu berlatih berdasarkan sebuah foto di internet, karya *) Foto: Eko Adri Wahyudiono. Kita mulai, ya.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Sepuluh Ciri-ciri Cerimis

Cerimis alias Cerpen Dinamis meniliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Tidak sekadar melihat peristiwa (fakta), tapi juga menemukan. Misalnya tukang bakso.
2. Menggali peristiwa itu dengan 5W plus 1H.
3. Memberi bumbu imajinasi pada peristiwa itu dengan menggunakan unsur intrinsik.
4. Temukan premisnya, utamakan tokoh, konflik dan endingnya dalam satu kalimat.
5. Beri sinopsis, berupa alur cerita tanpa menggunakan dialog dan suasana.
4. Cari judul, jangan lebih dari tiga kata.
5. Pesan bisa disampaikan oleh tokoh utama antagonis.
6. Perhatikan plot pointnya, yaitu peristiwa yang menggerakkan cerita.
7. Konflik antar tokoh.
8. Teknik menulis dinamis,tokoh bergerak.
9. Pembaca ikut bergerak, jadi bagian dari cerita.
10. Ending boleh tragis.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Pengalaman Mengikuti Kelas Cerpen Dinamis Gol A Gong

Minggu 28 Juni 2020, pukul 21:00 WIB Kelas Menulis Online Cerpen Dinamis Bersama Gol A Gong dimulai. Tentu saja, kedisiplinan begitu dijunjung tinggi, langsung proses belajar mengajar. Kelas Online ini diampu oleh Gol A Gong, penulis nasional yang melahirkan buku sebanyak 125. Artinya, kemampuan beliau dalam hal tulis menulis sudah tidak bisa diragukan lagi.

Materi yang sampaikan dibagi menjadi beberapa slide atau gambar yang sudah mengandung penjelasan singkat dan diperjelas lagi menggunakan voice note.

Mula-mula memperkenalkan jenis-jenis cerpen dinamis itu seperti apa, dan bentuknya bagaimana. Tidak lama kemudian langsung kepada materi yang sesungguhnya, yaitu menulis cerpen dinamis.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Cerpen: Pulang Dari Haji

Karya Gol A Gong

Akbar tersenyum lebar. Dia duduk di kursi singgasana, bersarung poleng, koko, kopiah, yang kesemuanya dia beli di Arab Saudi, negeri muslim dengan kekayaan melimpah ruah. Tasbeh dengan bulatan-bulatan terbuat dari kacang zaitun menggantung di tangan kirinya. Tangan kanannya untuk yang keseratus kali menerima uluran salam selamat dari tetangga di komplek guru.

“Alhamdulillah, selamat datang kembali di rumah, Pak Haji…”

Akbar semakin melebarkan senyumnya. “Silahkan, Pak Wawan, silahkan diambil oleh-olehnya. Itu korma asli dari Mekkah. Sedikit-sedikit, ya. Sajadah dan tasbehnya hanya untuk kepala-kepala sekolah saja. Tidak bisa saya kasih ke semua guru. Bisa tekor saya.”

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Menulis “Cerimis” ala Gol A Gong

“Cerimis”? Saya tertarik dengan kata itu. Aneh. Istilah apa itu? Oh, ternyata akronim dari “cerpen dinamis”. Gol A Gong di era pandemi Covid-19 ini beradaptasi dengan new normal, yaitu membuka “Kelas Menulis Online Cerimis di Era Digital”. Cuma dengan modal 50 ribu perak, kamu bisa belajar menulis “cerimis” alias cerpen dinamis! Dan dipandu langsung oleh Gol A Gong, penulis kawakan Indonesia yang sudah menulis 125 buku! Halo, ini bukan mimpi kan? Biasanya belajar menulis itu mahal banget, gaes.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5