Aritha Muhlisa adalah pegiat literasi di Ambon. Dia selalu optmis memandang hidup. Baginya membaca adalah pintu kesuksesan.
Tokoh Kita: Aritha Muhlisa dari Ambon

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Aritha Muhlisa adalah pegiat literasi di Ambon. Dia selalu optmis memandang hidup. Baginya membaca adalah pintu kesuksesan.

Agenda kegiatan saya sebagai Duta Baca Indonesia pada 2024 tersebar di 20 lokus. Hingga Mei 2024 sudah 5 lokus; Papua, Sumenep, Singaraja, Medan, dan Ambon.

Kami jadi guru sekaligus sahabat mereka. Itulah kenapa sejak muda saya senang traveling. Setelah jadi ayah, saya tidak kuatir membawa mereka traveling karena kota-kota yang ada di Indonesia bahkan ASIA sudah pernah saya datangi.

Di tengah kegiatannya sebagai pegiat literasi, Gol A Gong merupakan seorang penyandang disabilitas yang memiliki semangat literasi yang tinggi untuk ditularkan kepada masyarakat Indonesia. Sejak usia 11 tahun, Gol A Gong kehilangan tangannya akibat kecelakaan.

Ayo, menulis di media onlineku ini. Ada honornya, lho. Memang belum bear, tapi lumayan untuk ngopi dan nambah pulsa.

Salam dari IAIN Ambon. Kami, para mahasiswa pendidikan Bahasa Indonesia, IAIN Ambon, ingin menyampaikan rasa hormat dan kekaguman yang mendalam atas perjuangan Bapak Gol A Gong dalam memajukan sastra Indonesia.

Cerpen Sabtu dibanjiri penulis. Ada yang seenaknya menulis tanpa mengindahkan persyatan yang 500-1000, ada yang ingin sesegar mungkin ditayangkan, ada pula yang menarik lagi cerpennya karena menganggap terlalu lama jawaban pastinya. Saya mohon maaf atas keterlambatannya. Tetap semangat. Jangan kapok menulis Cerpen Sabtu untuk GolagongKreatif dot com.

“Pemerintah Provinsi Maluku, melalui DPRD terus membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai komunitas dalam memajukan literasi di Maluku. Hari ini dengan kedatangan Duta Baca Indonesia di Maluku, khususnya di IAIN Ambon semoga akan lahir penulis besar di Maluku di masa mendatang,” ujar Abdullah Asis.

Sementara itu Marisa Mulan, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon, mengajak para guru dan siswa untuk berkunjung ke perpustakaan Kota Ambon yang baru dibangun dan diresmikan oleh Perpustakaan Nasional RI. Banyak buku yang bisa dibaca untuk menambah pengetahuan.

Keberanianku muncul. Aku buka pintu. Baru saja terbuka sedikit, perempuan muda yang layak jadi kakak Amanda di rumah, langsung mendorong pintu dan masuk.

Saya memilih jadi moderator bukan tanpa alasan. Pertama, tentu informasi tentang apa yang saya lakukan sepanjang 35 tahun jadi aktivis literasi mudah diakses di internet. Tapi kiprah para pegiat literasi di daerah harus diberi panggung.

Acara bincang-bincang bersama Duta Baca Indonesia menghadirkan Aritha Muhlisa (pegiat literasi), Rudi Fofid (Penulis), dan Candra Henaulu (Forum Lingkar Pena Wilayah Maluku). Acara tersebut membahas seputar gerakan literasi di Kota Ambon dan dunia kepenulisan.

Rika sebagai Duta Pendidikan Banten sangat senang bisa mengikuti pelatihan fiksi mini Gol A Gong. Apalagi gratis. Cara penyampaian materinya juga mdah dicerna.

Maluku, saya datang lagi. Kali ini dengan Perpusnas di Kota Ambon. Juga bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Maluku dan Forum Lingkar Pena.

Pada kesempatan itu Gol A Gong memberi pelatihan menulis travel writing atau catatan perjalanan. Ia mengatakan bahwa soft skill ini penting karena bernilai ekonomis. Gol A Gong menceritakan pengalaman menulis catatan perjalanan di berbagai negara. Honor dari menulis catatan perjalanan bisa menjadi bekal selama travelling.

Menurut Robi (21), Mahasiswa UIN Sultan Maulana Banten, ia sangat senang sekali bisa ikut pelatihan Fiksi Mini. “Saya ga nyangka, Mas Gong bakal mempersiapkan hadiah buku banyak banget,” ucapnya.

Pembaca saat ini mudah bosan dan cerita yang panjang sering dilewatkan dan saya kira fiksi mini relevan dengan saat ini di tengah era digital yang juga menuntut serba cepat. Cerita fiksi mini hanya berkisar di 200-500 kata saja.