Karakter Antagonis yang Ikonik

Para penulis atau kreator sering melupakan tokoh antagonis. Padahal tokoh antagonis sangat berperan penting. Cerita jadi lebih hidup. Kehadiran tokoh antagonis jangan selalu dianggap jahat. Tapi ia tokoh yang tidak disenangi pembaca karena memiliki sifat yang bertentangan dengan tokoh utama yang baik (protagonis). Tokoh antagonis bisa juga sebagai tokoh utama dalam novel. Tokoh yang selalu tidak sependapat dengan tokoh utama. Joker adalah tokoh antagonis yang ikonik.

Pertanyaannya kenapa harus ada tokoh antagonis? Ini dia jawabannya:

1. Kehadiran tokoh antagonis untuk menguatkan karakter protagonis. 2. Tanpa kehadiran antagonis, pembaca akan bosan. 3. Pembaca akan menunggu dengan harap-harap cemas, apakah tokoh antagonis berhasil menggagalkan tujuan hidup tokoh antagonis. 4. Tokoh antagonis harus lebih kuat sehingga mendapatkan perlawanan. 5. Sebagai penulis, kita harus menghidupkan tokoh antagonis, agar tokoh protagonis juga ikut hidup. Mereka berdua saling menghidupkan. 6. Kita harus tahu juga tujuan akhir dari tokoh antagonis. Apakah dia meninggal dalam keantagonisannya atau berubah jadi protagonis (GG)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Jangan Sia-siakan Tokoh Antagonis

Suatu hari saya dan mas Golagong Penulis berdiskusi tentang materi dalam Kelas Menulis Gol A Gong. Salah satu bahan pembahasan adalah tokoh antagonis. Setiap manusia punya sisi baik dan buruk. Tokoh baik biasanya muncul dari keturunan dan lingkungan baik. Sesekali ia melakukan kesalahan dan dengan berbagai cara kembali baik.

Begitu juga tokoh antagonis, pasti ada sesuatu yang menyebabkannya menjadi jahat.
Nah, sisi ini sering dilupakan. Kita sering menampilkan tokoh jahat murni dengan kejahatan dan sisi gelapnya yang paling dalam kalau perlu hingga menembus magma.
Tetapi penulis sering lupa sisi kemanusiaan bahwa ada kemungkinan ia bisa berubah menjadi baik. Jika tidak ditakdirkan berubah pun setidaknya ia memiliki kebaikan.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5