Kita Pura-pura Dalam Air Mata Kopi

Puisi yang berjudul “Kita Pura-pura” dalam buku puisi “Air Mata Kopi” (Gramedia, 2014) dengan sangat bertenaga dan berjiwa dimusukalisasikan oleh Mukti-Mukti . Silakan menikmatinya:

Bagaimana? Sudah dinginkah kopimu? Puisi ini Gol A Gong tulis di sebuah hotel melati – Plum, Sabang, Aceh.

Penguasa Malam

Penguasa Malam adalah salah satu puisi yang ditulis oleh Gol A Gong dalam bukunya yang berjudul “Air mata Kopi” (Gramedia, 2014). Puisi ini kemudian digubah menjadi sebuah lagu oleh Edelweis Basah, dan sempat dinyanyikan oleh Jalu Kancana pada tahun 2015.

Kali ini, Nusalayaran mencoba kembali membawakan lagu ini dengan arransemen yang dibuat secara langsung oleh Edelweis Basah sendiri.

Namaku “Djoe Taufik”

Perkenalkan namaku: Djoe Taufik. Aku relawan Rumah Dunia sejak 2017. Sekarang aku sudah lulus S1 dari UIN SMH Banten. Sambil menunggu pandemi Covid-19 berakhir, sejak 2020 aku mengisinya dengan aktivitas membantu ayah dan ibu berjualan di pasar Anyer, Serang dan membaca buku serta menulis.

Itulah nama pena saya. “Djoe Taufik”. Nah, nama “Djoe” itu singkatan dari: D: dakwah di jalan Allah. J: jihad di dunia baca-tulis O: orang tua meridhoi. E: Esok hari cerah.

Penguasa Malam di Air Mata Kopi

Penguasa malam adalah salah satu puisi yang ditulis oleh Gol a Gong dalam bukunya yang berjudul “Air mata Kopi”. puisi ini kemudian digubah menjadi sebuah lagu oleh Edelweis basah, dan sempat dinyanyikan oleh Jalu Kancana pada tahun 2015. .

Kali ini, Nusalayaran mencoba kembali membawakan lagu ini dengan arransemen yang dibuat secara langsung oleh Edelweis basah sendiri. .

Semoga lagu ini mampu memberi sudut lain terhadap kita yang dalam kesehariannya tidak terlepas dari magisnya kopi-kopi yang tersaji dalam gelas-gelas kita. . selamat menikmati. .

Lirik : Gol A Gong Musik Gubahan : Edelweis Basah Musik direktur : Edelweis Basah Pembawa : Nusalayaran Editing dan rekam : Lamlam (Closehead)

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)