Pak Karim memang tidak sekolah tinggi. Tapi cara ia bercerita tentang kehidupan—tentang kehilangan, tentang sabar, tentang cinta yang tak harus memiliki—mampu membuat pendengar termenung. Ia tahu kapan harus diam, kapan harus menasihati, dan kapan harus melucu.
Suara dari Pinggir Desa

