Hari Pahlawan: Rindu Karnaval!

Terasa hambar perayaan Hari Pahlawan 10 November 2021 ini. Tak ada karnaval. Tak ada adegan saya sebagai ayah mendandani anak-anak dengan pakaian gerilyawan atau para pejuang kebangsaan yang hendak berunding dengan penjajah.

Ketika saya kecil, setiap 10 November saya menyiapkan diri jadi pejuang yang mengusir penjajah. Ada bendera merah putih diikat di kepala, wajah comang-cemong, bambu runcing, dan tangan kiri saya yang buntung dibebat perban dan dilumuri obat merah. Terasa heroik.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Tanaman Mengajarkan Keberagaman

Seminggu ini di akhir Desember 2020, saya memindahkan tanaman di halaman belakang rumah ke dalam pot. Kegiatan menanam ini bagian dari relaksasi setelah lelah menulis novel Balada Si Roy Prekuel. Pikiran jadi segar lagi.

Saya pandangi tanaman-tanaman hias yang begitu indah setelah saya pindahkan ke dalam pot. Ternyara tanaman saja tidak ada yang sama. Sementara kita memaksa-maksakan diri kita pada orang lain. Saya jadi malu pada tanaman yang begitu ikhlas menerima keberagaman. Masak sih kita bersikeras hendak menyeragamkan diri kita pada orang lain? (GG)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5