Paling istimewa, tentu, peristiwa pertemuan saya dengan Andika Hazrumi – Wakil Gubernur, Banten 2017 – 2022. Saya selalu diposisikan sebagai musuh dinasti oleh orang-orang. Saya ini rakyat. Saya ingin Banten yang saya cintai maju. Tidak semua orang tahu apa yang saya lakukan di peristiwa nasional, misalnya. Saya mencoba memberikan citra yang baik tentang Banten lewat orasi budaya saat menerima award atau saat menjadi nara sumber. Tidak hanya satu kali, berkali-kali selama puluhan tahun.
Sementara di Banten, saya dimusuhi, tidak diberi tempat. Bahkan setelah membangun Rumah Dunia bersama para sahabat, Sebagai contoh, ketika pada 2017 saya menjadi Ketua Umum Dewan Perpustakaan Banten, karena saat Pilgub Banten 2017 memilih Rano, saya diharuskan mundur ketika pasangan Wahidin Halim – Andika Hazrumy terpilih. Jika tidak mundur, maka anggaran tidak akna trun. Itu sudh setahun berjalan (2017 – 2018) dan menggunakan dana pribadi.

