Pemasangang Lantai Keramik Auditorium Rumah Dunia

Mohon maaf kepada semua simpatisan Rumah Dunia. Proyek lantai keramik terrunda, karena Covid-19. Alhamdulillah, dana yang terkumpul sekitar Rp. 12 juta dari sahabat semua, mulai kami fungsikan untuk memperbaiki lantai gedung Rumah Dunia dengan keramik pada 29 Juli 2021.

Kami meminta tolong Mang Ikhsan dan Fadli dari kampung Ciloang untuk memasang keramik. Arip – relawan Rumah Dunia sebagai mandor. Mang Ikhsan tentu senang, karena selama PPKM darurat tidak ada pemasukan.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Tahun 2021 yang Menggelora

Awal tahun 2021 yang menggelora. Bukan di peristiwa politik. Tapi peristiwa kebudayaan. Pertanyaannya, sudahkah kita memberikan peristiwa kebudayaan yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia? Atau untuk Banten? Hampir kebanyakan respon dari peristiwa itu, apalagi di era digital ini, seringkali tidak produktif.

Di luar dugaan, peristiwa kebudayaan lewat Film Balada Si Roy besutan Fajar Nugros dari IDN Pictures ini luar biasa. Masyarakat Banten, bahkan Lampung, mendukung. Saya secara pribadi, mengucapkan terima kasih. Tentu selalu ada yang terganggu, saya minta maaf. IDN Pictures selaku rumah produksi juga berkali-kali memohon maaf dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang di sekitar lokasi syuting.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Para Pemimpi di Banten

Happy birthday, Maulana Wahid Fauzi (si Uzi) . Saya tulis ini Senin 22 Februari 2021. Kami berempat – Toto St Radik , Andi Suhud Trisnahadi, si Uzi , dan saya memulai dunia Kreativitas di Banten (minus Tangerang) sejak 1990-an bersama para sahabat di Cipta Muda Banten.

Kami para pemimpi. Mimpi kami setinggi mungkin. Kata Bung Karno, “Mimpilah setinggi langit. Jika pun engkau jatuh, jatuh di antra bintang-bintang.” Puitis sekali.

Hingga kini. 2021, kami terus bermimpi setinggi-tingginya.Alhamdulillah, hingga sekarang kami masih terus bergelut di sini. Jurnalistik, sastra, dan film. Kini kami merambah ke penerbitan, tanaman hias, dan kuliner hehehehe. Tentu berkat support para sahabat.

Pesan kami kepada yang muda, jangan menjiplak, saling dukung jika ada teman yang berkarya. Tetap semangat.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Menggenggam Dunia ala Gol A Gong

Resensi buku kali ini agak berbeda dengan biasanya, yaitu memunculkan biografi seorang penulis legendaris yang serig dibaca penulis blog ini. Sejak penulis masih SMP sudah membaca karya-karyanya. “Resensi Buku: Menggenggam Dunia – Bukuku Hatiku”, adalah buku yang sangat menarik untuk dibaca, karena berisi sebuah perjalanan Gol A Gong atau seorang “Heri Hendrayana Haris” dalam mengarungi perjalanannya sebagai seorang penulis. Buku ini sebenarnya adalah hasil dari kumpulan tulisan-tulisan berkelanjutan yang pernah diposting di milis Rumah Dunia, yang kemudian pada sekitar akhir tahun 2004, dimuat di majalah Mata Baca. Baru setelah artikel yag dimuat di Mata Baca selesai , pada akhir tahun 2006 buku tentang biografi Gol A Gong ini diterbitkan oleh penerbit DAR! Mizan.

Banyak hal yang disampaikan Gol A Gong dalam buku ini, khususnya kepedulian Gol A Gong atas keinginan untuk memajukan Banten, apalagi setelah Banten menjadi Provinsi sendiri setelah berpisah dari Provinsi Jawa Barat. Dengan keinginan untuk menuliskan apa yang menjadi idenya, menjadikan Gol A Gong yang senang membaca dan senang traveling, tahu tentang apa yang harus dilakukan untuk memajukan Banten. Hal ini ditunjukkan dengan membangun Rumah Baca.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Generasi Pertama Warga Belajar Rumah Dunia

Foto ini adalah generasi pertama warga belajar Rumah Dunia, 2002. Beberapa sudah menikah, memiliki anak, bekerja, atau jadi ibu rumah tangga. Tapi mereka memiliki ketrampilan menulis dan jiwa kerelawanan. Kamu, yang mana?

Ya Allah, itu duduk paling kanan – teteh Nabila Nurkhalishah – putri sulung kami yang kuliah di Sun Yat Sen University, Ghuangzhou. Teteh Nabila relawan pertama dan termuda bersama adiknya – Gabriel yang sejak 2012 sekolah di Abu Dhabi.

#rumahdunia #sejarah #banten

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Kangen Menyulut Gempa Literasi, Corona Kapan Kau Pergi?

Selama ini gempa yang kita kenal adalah gempa tektonik dan vulkanik, yaitu gempa yang menghancurkan peradaban . Lombok belum berlalu, Donggala dan Palu menutup September 2018 dengan gempa 7,4 SR. Hidup harus terus diperjuangkan dan berlanjut. Kemudian erupsi anak gunung Krakatau Desember 2018. Paling baru, dentuman Krakatau Sabtu dini hari 11 April 2020. Kini pandepi Covid-19, sejak Februari 2020 hingga tulisan ini saya buat, 3 November 2020.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Banten Lumbung Anak Muda Kreatif

Banten itu punya banyak talenta. Tenri Adhiza – putri Siti Zahroh ini luar biasa. Pada 31 Oktober 2020, Iroh membagikan link video di sebuah akun YouTube. Saya klik dan tonton. Seorang remaja putri sedang cover version menyanyi lagu “Be Alright” Dean Lewis. Wow! Saya kaget mendengar suara dan pelafalan setiak lirik lagunya yang berbahasa Inggris. Saya sungguh tidak percaya. Putri dari sebuah kota kecil di selatan Banten – Rangkasbitung , yang sering dianggap tertinggal, ternyata memiliki remaja putri dengan suara bagus.

Iroh itu sahabat saya. Dia pegiat literasi, terutama di teater. Dia ASN, pernah jadi guru di SMAN Jawilan, Kabupaten Serang (Timur). Sekarang di ASN di LPPM Provinsi Banten. Wow! Dia memilih pulagn kampung, berdomisili di Rangkasbitung, mengembangkan bakat anak muda.

Silakan klik link videonya di https://youtu.be/QdH4ge-Lzr0 . Semoga putri kita ini melehjit dan bakatnya terus berkembang, meraih cita-citanya sebagai penyanyi profesional. Semoga anak-anak kita semua bahagia dengan impiannya yang kita fasilitasi sebagai orang tua. (GG)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5