Ada perasaan was-was keindahan sungai Mahakam tetap saja menonjol. Saya rasa plang peringatan “Awas Buaya” di taman Bebaya itu wajar saja. Jangan menghambat aktivitas kita yang sedang berolahraga.

Saya ke taman Bebaya bersama Fatih – putera Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi dan Rudini – Duta Baca Kalimantan Timur. Kami menikmati Minggu pagi, 26 Juni 2022. Warga juga senam pagi. Kami ngobrol di tepian tapi kdua mata saya tetap wspada ke tepian sungai yang tenang.

Menurut cerita warga, pernah tahun 2021 lalu pernah ada anak kecil berumur 8 tahun dimakan buaya saat maning. Tapi itu di Desa Muara Bengalon, Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim). Kata warga itu, sehari kemudian tim SAR berhasil menangkap buaya. Jasad bocah malng itu dikeluarkan dari perut buaya.

Bagi saya tetap saja taman Bebaya ini sangat menarik dijadikan setting lokasi sebuah novel. Para tokohnya bertemu di sini. Ya, taman Bebaya Samarinda Menarik Jadi Setting Lokasi Novel, Tapi Hati-hati Ada Buaya
Jadi, kita tetap harus waspada. Hati-hati buaya di tepian sungai Mahakam, Samarinda. Jangan berenang. Jangan terlalu ke tepian sungai. Selebihnya happy-happy saja di jogging track yang sudah dibuat.
Gol A Gong


