Kami melewati lapangan yang menjadi tempat favorit berkumpulnya siswa-siswa Kampung Inggris. Setelah 100 meter lebih, kami sudah melihat bangunan semacam kelas berderet di tengah-tengah kebun tebu.

Beruntung, saat kami pergi ke sana, tebu atau rumput ilalang masih pendek. Mengerikan juga kalau sudah tertutup tebu atau ilalang. Pada akhirnya, kami gowes lagi sejauh 100 meter mengitari belakang bangunan ini.

Ada satu pohon mangga di belakang bangunan ini. Buahnya berjatuhan sangat banyak sekali. Tentu, mangga yang jatuh sudah busuk. Ada yang tidak busuk, tetapi kami tidak berani mengambilnya. Takut kena tulah.

Teman saya sudah merasakan aura mistis yang mencekam. Tempat ini sangat sepi sekali. Hanya kamilah yang berkunjung ke tempat ini. Tapi, saya memberikan sebuah kata-kata, agar Rizki memiliki keberanian untuk masuk ke tempat ini.

Saya ajak foto, tapi dia menolak. Akhirnya, saya memutuskan foto sendiri dibantu olehnya. Namun, tiba-tiba sekujur tubuh saya gatal, tetapi tidak ada bentol satupun. Saya langsung mengajak Rizki pulang agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Tempat ini memang angker. Walaupun dekat dengan Pondok Pesantren Al-Ma’ruf. Tapi di depan bangunan ini, 10 meternya adalah kuburan dengan pepohonan yang sangat besar.

Cerita Mistis
Saya sebagai jebolan sarjana sejarah, belum ada waktu yang banyak untuk melakukan investigasi tentang bangunan gosong ini. Ada banyak cerita yang saya dapatkan dari mulut ke mulut.

Ada yang mengatakan bahwa tempat ini pada tahun 60-an merupakan rumah sakit. Menurut keterangan, ada sebuah peristiwa yang mengerikan yaitu terjadinya kebakaran hebat dan membakar bangunan ini sampai ludes.

Spekulasi ini mendekati kebenaran. Pasalnya, dari bangunan yang terlihat secara kasat mata seperti pernah terbakar. Tembok-temboknya menghitam, dan dan sedikit jebol, barangkali karena tekanan dari api yang besar.

Setelah tempat ini terbakar, tidak ada lagi yang mau membenahinya. Justru malah dijejali dengan cerita mistis. Banyak yang bilang bahwa 5 tahun setelah tempat ini terbakar—justru malah dijadikan sebagai tempat eksekusi orang-orang PKI.

Seiring berjalannya waktu, tempat ini dijadikan sebagai tongkrongan anak muda dan kemaksiatan penuh di sini. Namun, karena tercium warga sekitar—bangunannya disegel—tidak ada lagi yang mau ke sini.

Segel telah dibuka. Akan tetapi, cerita-cerita mistis dan hal-hal yang lainnya masih menyelimuti bangunan bekas rumah sakit ini. Jika Anda ingin menguji mental. Saya sarankan di malam hari datang ke tempat ini.*



