Tokoh: Arif Catureksa, Mantan Buruh Pabrik Buka Bisnis Konveksi, Raup Untung Jutaan Rupiah

Arif mengaku, dulu Catureksa hanya sebatas percetakan kaos saja, tapi sekarang sudah merambah ke percetakan apa pun. “Saya dulu bekerja di salah satu pabrik selama 10 tahun. Setelah itu saya sakit berkepanjangan, dari sana saya tidak bisa kerja berat lagi. Akhirnya saya memilih dunia desain garfis awalnya, seperti buat-buat spanduk, akhirnya merambah ke kaos dan sekarang sudah ke konveksi,” kata Arif.

Pria yang tinggal di Lingkungan Angsana, No 14, Rt6/3, Kecamatan Kasemen, Kota Serang ini menjelaskan, kenapa akhirnya ia menyukai dunia fashion lantaran baginya dunia fashion/ lifestyle itu dunia yang tidak ada matinya. “Mungkin sekarang ini kaos ada sablonnya. Di kemudian hari, entah itu lima belas tahun kemudian, saya percaya kaos-kaos yang kita pakai masih akan ada sablonannya. Cuma akan beda teknik implementasinya, tergantung desain yang sedang viral di kemudian hari,” jelasnya.

Saat ditanya soal penghasilan dari Catureksa, Arif mengaku awal-awal buka jasa sablon merasa kaget, ternyata penghasilannya lebih besar dari gaji karyawan. Katakanlah misalnya UMR gaji karyawan di kisaran 4,5 juta. “Tapi ketika saya bergelut di duia sablon itu, kok sehari bisa nyampe lebih dari itu penghasilannya. Itu dalam sehari ya. Kagetnya di situ. Oh, berarti sangat menghasilkan. Dan itu juga terbukti kenapa saya juga mendalami dunia ini. Lihat dari rumah, rumah yang saya bangun itu, butuh waktu 10 tahun dari penghasilan gaji karyawan di pabrik, tapi ketika saya bergerak di bidang industri kreatif seperti ini, itu penghasilannya lebih cepat, dalam satu tahun saya sudah kebangun tempat workshop. Kalau dihitung-hitung dalam sebulan antara 10-15 juta keuntungan bersihnya. Dan bingung mau dipakai untuk apa, paling ditabungin aja,” kata Arif.

Saat ditanya modal awal dalam memulai bisnis sablon diakui Arif hanya Rp. 250.000,- pada saat itu. Modal itu untuk membeli bahan-bahan. “Kalau bicara upgrade alat memang enggak mencukupi. Ketika itu saya meminimalisir penggunaan papan meja, saya cuma beli paletnya aja, bikin sendiri, dan yang paling penting alasnya rata bagi saya. Media apa pun ketika diimplementasikan pada dunia sablon, yang penting rata ada lemnya, supaya kaos bahan itu lengket di triplek itu,” jelasnya.

Bicara modal, Arif mendapatkan dari perputaran sablon/ konveksi yang diwajibkan ada DP 50%, itulah yang dipakai Arif buat oprasional. “Pertama-tama memang ditekankan untuk DP 50%, karena itu untuk oprasionalnya seperti beli bahan, tinta dan sebagainya. Dan yang 50% lainnya, memang itu sebagian dari profit,” paparnya.

Arif berbagi tips untuk para pengusaha muda yang baru akan memulai usahanya. Menurutnya yang pertama, kita harus mencintai pekerjaan, lalu jalani itu dengan serius. Baru nanti endingnya yang akan bicara. “Ketika saya suka dengan dunia fashion ini, suka banget lihat kaos yang enggak sama dengan orang lain, karena nyablon sendiri, beda dengan orang lain, jadinya ngerasa percaya diri. Nah, ketika pede itu, ada nilai jual di dalamnya. Beberapa teman mau dibuatin. Akhirnya dari situ pelan-pelan mulai berkembang dan terus digeluti sampai sejauh ini. Dan apa yang harus dilakukan, ya harus tetap konsisten aja,” pungkasnya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==