Ia mengaku, akhirnya memilih menekuni dunia servis Hp, lantaran pada saat itu ia merasa dibohongi oleh tukang servis Hp. Waktu itu ia membetulkan Hp Kakaknya yang tidak bisa di charge. Si tuakang servis bilang kerusakan ada pada IC Charger-nya. Selang sebulan Hp itu rusak lagi. Saya bawa ke tempat yang sama. Kata si tukang servis, kerusakan masih sama.

“Tiga bulan kemudian saya kembali ke tukang servis Hp itu. Saya servis Hp lain, pas di sana ada orang lain yang servis. Kendalanya sama seperti Hp kakak saya yang dulu rusak. Pas lihatin dia servis, ternyata cuma yang bagian konektor baterai aja yang dibersihkan dari kerak yang menempel. Dari sana saya merasa dibohongi. Kenapa ga bilang jujur. Tapi saya ga bilang langsung ke orangnya. Akhirnya di rumah saya coba-coba servis Hp sendiri,” kata lulusan Pondok Pesantren Salafi Al Muawanah, Kampung Kebon Jeruk, Desa Parigi, Kabupaten Serang ini.

Selepas lulus dari Pondok Pesantren tahun 2011-2018 itu, Tado mulai belajar servis Hp. Mulai dari Hp miliknya atau membeli Hp rusak dari teman untuk dijadikan bahan percobaan. Hingga lambat laun, Tado bisa membetulkan Hp yang rusak. Dan orang-orang jadi tahu keahlian Tado ini.
Tado bercerita ia hampir menyerah saat di awal-awal membetulkan Hp temannya. Saat itu yang rusak bagian LCD. Tapi saat dipasang gagal. “Untungnya ada kawan yang juga tukang servis Hp memotivasi saya. Bahwa katanya kegagalan itu hal yang wajar. Dia saja yang sudah mahir kadang aja saja yang gagal. Kalau gagal ya resiko sendiri,” ujar pria lulusan SMK PGRI 2 Kota Serang ini bercerita.

Tado mengaku, sebenarnya ia tidak ada niatan ingin jadi tukang servis Hp. Tapi karena banyaknya permintaan dari orang-orang yang ingin dibetulkan Hp-nya, Tado jadi merasa malu karena sering menolak permintaan mereka. Akhirnya jadi tukang servis Hp ia jalani hingga kini. Saat ditanya berapa penghasilan dari servis Hp, Tado mengakui lumayan menjanjikan.

“Penghasilannya kadang tidak nentu. Kadang dalam sebulan bisa sampai Rp.500.000,- keuntungannya,” cerita lelaki yang jarang memotret dirinya lewat kamera ini.
Untuk saat ini Tado mengaku belum kepikiran membuka servis di toko. “Tapi ke depan ga tau juga nih. Mungkin akan buka toko. Sebab kakak sudah menyarankan untuk salah satu rukonya saya gunakan buat servis Hp,” pungkasnya. *



