Tapi yang lebih penting adalah menyiapkan kelapa muda yang nanti untuk menaruh potongan rambut si bayi saat dicukur, selanjutnya ada madu dan satu cabai merah segar. Fungsi cabai ini hanya sebagai alat untuk mencolekkan madu pada mulut si bayi, lalu ada lilin. Semua itu ditaruh dalam satu nampan. Dan terakhir setelah doa, biasanya ada saweran (sauran uang koin). Biasanya keluarga dari si bayi akan menyiapkan pajangan yang dihias uang kertas.

Pada hari Raya Idul Adha tahun ini, bertempat di Musholah Nurul Huda, Kampung kepondoan, ada acara cukuran. Kali ini tak tanggung-tanggung, ada 7 bayi yang dicukur secara bersamaan.

Sesepuh kampung Kepondoan, H. Saripan (55) mengatakan, tahun ini acara cukuran bayi yang paling banyak. Biasanya acara cukuran bayi paling banyak dua atau tiga bayi.

“Ya, tahun ini paling banyak. Mungkin menunggu sekalian momen lebaran idul adha,” kata Saripan, usai acara cukuran, Minggu (10/7/2022).

Salah satu orangtua yang anaknya dicukur hari ini, Sopian (45), mengaku tidak janjian dengan yang lain. “Anak saya namanya Hannuni Nur Wahida lahir 23 Juni tahun ini. Sekalian saja dicukur pas lebaran haji. Enggak janjian dengan yang lain,” paparnya.

Di tempat yang sama, Muhamad Hendrik (30) orangtua dari Muhamad Abizar Saputra yang baru berumur 40 hari, mengaku memang sengaja memilih momentum lebaran haji sebagai perayaan cukuran anak keduanya. “Biar bareng dengan yang lain. Pas sekalian lebaran juga. Jadi tambah ramai,” papar Hendrik yang bekerja sebagai buruh pabrik di Kabupaten Serang ini.



