Sayup-sayup terdengar Benyamin S menyanyikan lagu, “Sang kodok, eh eh eh sang kodok…” Mereka menirukan lagu itu dengan gembiranya diselingi teriakan “Entong, Entong…!”

Tentu dengan ejaan yang cadel. Tapi saya tidak pernah menyerah. Menu dongeng sebelum tidur tetap saya suguhkan, bersaing dengan menu di televisi. Alhamdulillah, seimbang. Hasilnya, anak pertama mendapatkan beasiswa di China, putra kedua di Abu Dhabi, ketiga kuliah film di Yogya, dan keempat Sastra Korea di Bandung.

Jadi, jangan matikan televisi. Manfaatkan sebagai media belajar audio-visual. Dampingi mereka. Jangan cabut anak-anak kita dari zamannya, nanti mereka tumbuh jadi anak rendah diri.

Sekarang sebagai Duta Baca Indonesia, saya meneruskan tradisi ini dalam bentuk hiburan yang mendidik. Saya menjadi “Celemek Ajaib Paman Gong”. Saya menggunakan celemek – di dalam celemek itu ada permen lolipop, coklat, wafer, dan buku.
Gol A Gong
*) Keterangan Foto: Saat di Kecamatan Ai Loang, Sumbawa Barat, September 2022




