Lumayanlah sekitar tiga jam bisa meluruskan punggung meski dua orang gendut harus berbagi tempat. 😂 Bisa nonton Indonesiana TV yang kanalnya tidak sampai ke televisiku, bisa mandi, bisa salat jama’ taqdim maghrib – isya. Sempat makan sore juga. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih. 🤲

Perkara menginap di tempat sempit begini sudah pernah kurasakan saat di Mumbai, India dan Hongkong. Bukan terlalu irit sih, biasanya karena kemudahan yang kami terima seperti itu. Selama masih bisa dipakai rehat, insyaallah tidak masalah buat kami, buat aku terutama.

Jadilah kami berbagi tempat di kasur, sambil nonton dan mengomentari wayang orang di Indonesiana TV, lalu pembuatan berbagai perkakas oleh usaha rumahan orang India sana. Gabut banget ya? 😂 Bukan tontonannya, tapi ngobrolnya yang penting. Saat-saat kami ngobrol hal-hal remeh nggak jelas, yang bisa membuat kami tertawa lepas.


