Saya tiba di Banda Aceh sekitar pukul 14.00 WIB. Nazar dan 2 rekannya – Dr. Rahmad dan Akrin, menjemput. Titik pertama adalah Bandar Publishing dan Sagoe TV. Saya menjadi narasumber podast. Sekitar pukul 17.00 kami meluncur ke Meulaboh. Kami jadi juri Duta Baca kampus UTU besok.

Dr. Nazarudin yang pernah kuliah di Australia dan Kanada, menyetir Kijang Innovanya santai-santai saja. Lepas Banda Aceh, sudah gelap. Kami mengobrol tentang bagaimana cara menulis buku biografi. Saya pada posisi lebih banyak mendengar kisah hidupnya yang ternyata terjal dan penuh duri. Saya menyarankan kepada Nazar, agar segera menuliskannya. Kisahnya sangat inspiratif. Apalagi tentng perjuangannya dalam pendidikan sejak di tingkat SLTA hingga kuliah ke luar negeri. Kini dia sedang S3 di Malaysia.

Kemudian yang saya ingat, Bau laut di sisi kanan. Lalu jalanan gelap dan berkelok-kelok, menanjak, banyak truk, dan saya mengingatkan Nazar agar hati-hati karena jalanan kecil. Tapi tidak berlubang. Jalannya mulus.


