Ada satu momen yang unforgettable saat di Johor. Di terminal bus, HP Mba Wulan hilang. Sepertinya jatuh di suatu tempat. Sementara itu bus 30 menit lagi akan berangkat ke Kuala Lumpur. Suasana pun menjadi panik.
Setelah mencari di area depan terminal dan juga dalam terminal, HP tak kunjung ketemu. Bus pun sebentar lagi akan berangkat. Maka kami menghentikan pencarian. Sepertinya HP tersebut harus diikhlaskan.

Kami menuju Gate tempat Bus kami akan berangkat. Di depan Gate, ada sekelompok muda-mudi Malaysia yang seolah-olah seperti mendekati kami.
Saya mencoba menelfon sekali lagi ke nomor Mba Wulan, walaupun dengan rasa pesimis.
Terdengar nada dering yang sangat akrab di telinga Mba Wulan. Seketika itu Mba Wulan berteriak girang.
Rupanya suara itu berasal dari HP di kantong celana salah seorang muda-mudi dari Malaysia tersebut, yang kemudian menyerahkan HP ke Mba Wulan.

Kelompok muda-mudi tersebut ternyata mendekati kami karena memperhatikan dari tadi kami terlihat mencari sesuatu. Rupanya mereka menemukan HP tersebut di depan terminal. Malah salah satu dari mereka menceritakan, sebelum diambil, HP tersebut hampir terlindas taksi.
Mereka mengambil HP itu sambil melihat-lihat sekitar terminal, barangkali ada orang yang sedang mencarinya. Setelah itu mereka menghampiri kami.
Rasa senang dan haru menjadi satu. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada kelompok muda-mudi itu, tapi sayangnya kami lupa foto dengan mereka karena harus bergegas masuk ke bus yang sebentar lagi berangkat. Sungguh momen yang menguras keringat dan hati. Kenangan yang tak terlupakan di Johor.


