Sebelum pandemi Covid-19, saya sering keluar negeri membawa rombongan. Saya punya travel bernama Gong Traveling. Hampir tiap minggu saya ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Sambil makan siang di rumah makan atau di taman-taman, saya mengajari mereka menulis catatan perjalanan. Pulangnya para peserta menulis kemudian saya terbitkan jadi buku. Begitulah Gong Traveling – jalan-jalan sambil nulis buku.

Destinasi yang paling saya sukai adalah Tahiland dan Kamboja. Saya traveling ke Kamboja lewat Thailand. Itenerarinya dari Jakarta ke Bangkok pagi. Check in di hotel dekat stasiun kereta Hua Lampong. Seharian city tour di Bangkok naik bus kota dan perahu.

Subuh check out. Langsung naik kereta dari Hua Lamphong ke kota perbatasan dengan Kamboja, yaitu Aranyaprathet. Keretanya seperti kereta jurusan Pasar Senen – Yogyakarta. Keretanya memang buatan Indonesia.

Kota perbatasan ini sangat sibuk. Terutama turis mancanegara. Mereka ingin mengunjungi kota perbatasan Kamboja, yaitu Siem Reap. Di kota inilah Angkor Wat – candi Budha dan Hindu.

Saya pernah 2 kali ke Kamboja dan mampir ke Angkor Wat yang mirip candi Borobudur. Angkor Wat bangunan keagamaan terbesar di dunia dari segi luas areal karena menempati lahan seluas 162,6 hektar. Angkor Wat dibangun awal abad ke-12 sebagai candi kenegaraan oleh Raja Suryawarman II di Yasodarapura, ibu kota Kerajaan Kambujadesa. Tiketnya mahal, sekitar Rp. 550.000,- Wajar kalau tiket ke candi Borobudur Rp. 750.000,-

Pertama ke Kamboja sendirian. Kedua bersama 8 emak-emak backpacker. Saya mengawal mereka sambil nulis buku perjalanan. Itenerarinya Singapura, Thailand, Kamboja, dan Kuala Lumpur.

Setelah puas di Angkor Wat, kami meluncur naik bus atau bisa juga naik travel ke Phnom Penh – ibu kota Kamboja. Kami menginap di depan Mekong River. Asik. Semua bangunan menghadap sungai yang dipagari pedesterian lebar, sehingga warga dan turis bisa duduk-duduk atau jalan kaki menikmati sungai Mekong yang membelah 3 negara: Thailand, Kamboja, dan Laos.

Dari Phnom Penh kami pulang naik pesawat. Transit di Kuala Lumpur. Ada waktu beberapa jam, kami pergunakan city tour di Kuala Lumpur.
Gol A Gong

