Traveling: Makan di Langit Mahal tapi Keren

Peserta pariwisata berjumlah 25 orang. 18 orang di antaranya ialah para santri beserta ustaz-ustazah Nurul Ilmi Darunnajah 14, Pabuaran, Serang, Banten. Peserta lainnya ialah mahasiswa IAIN SMH Banten, UGM Yogyakarta, Unpas Bandung dan pegiat TBM dari Kediri. Dalam perjalanan ini, #GongTraveling-lah yang memberangkatkan saya. Terima kasih banyak, #GongTraveling.

Ini pengalaman perdana saya naik pesawat sekaligus berwisata ke luar negeri. Sekitar 45 menit sebelumnya, pesawat Air Asia QZ 269 take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, hati saya bergetar sekaligus gembira. Oh, begini rasanya naik pesawat! Now everyone can fly!

Saat pesawat sudah berada di ketinggian, perut saya lapar. Saya pesan nasi lemak, tapi habis. Saya pesan mie instan dalam gelas dan susu coklat panas. Saya makan di ketinggian. Makan di langit! Harganya pun melangit! Harga mie instan dalam gelas di pesawat 25.000 Rupiah, susu coklat panas 20.000 Rupiah.

Hm, padahal di tas saya, ada 3 mie instan dalam gelas. Harganya 4.000 Rupiah per gelas. Tapi, dipikir-pikir, makan di langit itu keren! Tak semua orang bisa makan di langit. Itu harga yang pantas. Dari pada saya harus terjun bebas dari pesawat untuk membeli makanan, lebih baik saya makan di dalam pesawat. Makan di langit! Iya, tho?

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==