Aku menaruh perhatian soal terakhir ini karena berkaitan dengan mood menulis. Meskipun hubby sendiri sudah bisa berdamai dengan problem mood dan dapat menulis tanpa tergantung suasana hati. Tapi ada kalanya beliau jenuh, saat inilah aku turun tangan sat set sat set. Jika aku perlu aku yang mengatur ritme dan prioritas kerjanya.

Saat seperti inilah masa yang aku sebut “lagi pengin manja, cuma pengin dimanja”. 😂 Seperti saat baru tiba di Yogya, aku sudah agendakan bertemu seorang teman di sela kesibukan. Namun, hubby baru ingat ada materi yang perlu diubah untuk pelatihan. Jadilah janji batal dulu, geser ke malam.
Aku sendiri perlu memasukkan baju kotor ke laundry, jadi akan mengerjakan sendiri karena hubby kerja. Hubby pun mengizinkan setelah aku mendapat informasi lokasi laundry terdekat. Jadwal cuci baju ini sudah kami perhitungkan sedari awal, itulah kenapa baju yang dibawa nggak begitu banyak.

Saat aku sedang bersiap, hubby bilang tunggu beliau saja, biar dibantu bawa tentengan ke laundry. Oke, aku nurut, nungguin hubby menyiapkan makalah.
Aku sesekali melihat ke luar jendela. Langit sore Yogya masih terang, tapi tidak cerah. Aku melirik koperku yang terbuka. Kutarik rompi bertudung dari dalamnya. Bahannya tidak menyerap air, jadi ideal untuk menahan kepalaku dari hujan yang mungkin akan turun.


