Liburan di Sleman: jelajahi Obelix Village dengan mini zoo dan Secret River Deck, lalu santap ayam goreng rampah di Ayam Rampah 67 Palagan.
Wisata di Tengah Persawahan: dari Obelix Village hingga Ayam Rampah 67 Palagan

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Liburan di Sleman: jelajahi Obelix Village dengan mini zoo dan Secret River Deck, lalu santap ayam goreng rampah di Ayam Rampah 67 Palagan.

Kunjungi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang kini hadir dengan wajah baru pascarevitalisasi. Nikmati pengalaman wisata sejarah, teknologi interaktif, dan suasana tempo dulu di jantung Kota Jogja.

Di masjid Al-Anam inilah aku jatuh hati. Setiap sholat aku selalu mampir ke masjid ini karena masjid Al-Anam tempatnya luas dan nyaman serta aman. Parkirannya luas dan ada tukang parkirnya, jadi tak perlu khawatir jika ada kehilangan barang ataupun kendaraan.

Malam hari ini, aku mencoba keluar dari kontrakan dan berjalan kaki menuju Tugu Yogyakarta.

Beberapa waktu lalu, aku sempat main ke Buku Akik, sebuah tempat baca kecil di Jogja yang menarik perhatianku.

Jadi, untuk kamu yang sedang merantau jangan takut untuk kulineran di Yogja, karena ya emang murah. Tapi ada beberapa daerah yang makanannya bisa 10x lipat. Biasanya di Malioboro, Tugu, atau daerah-daerah yang banyak wisatawannya.

Puisi “Kopi Joss” karya Gol A Gong adalah gambaran metaforis yang penuh lapisan makna, mengangkat suasana Yogyakarta yang akrab dengan budaya warung kopi lesehan ala Malioboro, sekaligus menyuarakan tema kehidupan, identitas, dan perlawanan terhadap sistem.

Setiap traveling, tentu lidah ingin juga difaslitasi. Sudah pasti harus menikmati kuliner di kota itu; makanan dan minumannya. Kali ini kuliner terkenal di Yogyakarta, so pasti sepakat nasi gudeg.

Bu Ade memberi contoh kepada kami, bagaimana potensi daerah bisa dikembangkan oleh Bumdes, sehingga memiliki manfaat bagi desa. Itu bisa diadopsi di Flores Timur.

Obrolan ini tidak lama. Tapi saat hendak berpamitan pulang, justru saya diajak jalan-jalan mengunjungi Kampus Pasca Sarjana ISI dan Kampus ISI S1, Yogyakarta

Pertunjukan yang berjalan memenuhi ruang dan berpindah-pindah tempat, memaksa para penonton mengambil peran untuk ikut perpikir tentang apa yang sedang dibuat oleh para peserta Workshop.

Malam setelah menyelesaikan sesi terakhir Workshop Dramaturgi Postdramatik, peserta diajak untuk visit ke tempat-tempat yang menarik di Yogyakarta. Di antaranya Teater Garasi.

Tapi ada satu yang menarik perhatian saya, yakni air isi ulang gratis yang di sediakan PT KAI. Hal yang sederhana namun berdampak luas . Kebetulan sayapun membawa tumbler.

Kami sepakat makan di Teras Malioboro 2, yang dekat dengan mulut jalan Sosrowijayan. Gerai makanan ada di bagian belakang dan di kepalaku sudah membayang gudeg komplit.

Ketika tiba saatnya berpisah, saya harus meneruskan Safari Literasi ke Magelang, kami berpelukan lama. Saya tidak ingin melepasnya.

Sayang, waktunya sebentar sekali. Saya harus zoom dengan Perpusnas RI pukul 14.00. Hanya 30 menit saja berdiskusi. Dalam hati saya berjanji akan datang lagi ke ponpes Bil Qalam Yogyakarta dengan waktu yang lebih lama.

Saya jadi narasumber di Opening Ceremony dan Seminar Pemberdayaan dengan tema “Pemberdayaan Literasi Aset Lokal dan UMKM melalui Digitalisasi Industri 5.0 untuk Mencapai Masyakat Berdaya yang Sustainable”