Saya ke Pulau Rote diundang Media Cakrawala NTT pimpinan Gusty Rikarno untuk memberi pelatihna menulis. Saya kaget juga ketika menyusuri kota tuanya – Ba’a. Selain ada masjid tua dan gereja, ternyata ada mercusuar yang menghadap ke cakrawala barat.


Saya bisa menikmati senja di cafenya. Saya juga bertemu dengan para nelayan yang pulang membawa ikan. Anak-anak bermain bola karena pantai sedang surut.


Mercusuar Ba’a termasuk bangunan paling muda, didirikan tiga belas tahun lalu, tahun 2011. Bangunannya terletak di samping Pelabuhan Ba’a. Mercusuar selain bertujuan sebagai pengarah untuk jalur pelayaran Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), juga navigasi rute pelayaran perairan Rote Dao Selatan. Penggunaan bahan bakarnya juga masih menggunakan bahan bakar solar. Jika kita dari Kupang naik kapal ferry, bersandar persis di sini.


Kita tahu, bahwa Mercusuar, menara api, menara suar, atau menara angin adalah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut. Sumber cahaya yang digunakan beragam mulai dari lampu sampai lensa dan (pada zaman dahulu) api. Itu agar kapal-kapal tidak menabrak karang atau karam.
Gol A Gong



