Menurut Pak Hasyim, masyarakat Gorontalo memang menjadikan bentor sebagai alat transpotasi andalan. Selain harganya yang murah, bentor juga bisa mengantar penumpang sampai dengan 3 orang ( di depan dua, di belakang satu). Namun, untuk bentor online hanya diperkenankan dua orang saja.
“Bentor di sini bisa sampai jam 1 subuh,” kata Hasyim bercerita.

Dari pukul 09.00 sampai 20.00 WITA, Hasyim bisa mendapat orderan rata-rata sebanyak 20-25 orderan. Dengan pendapatan bersih sekitar Rp150.00-200.000.
Keramahan Hasyim kepada aku dan Fauzi membuat perjalanan kami tidak terasa. Perjalanan 15 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 3,6 KM membuat pengalaman pertama naik bentor menyenangkan. Harganya pun sangat terjangkau, hanya Rp10.200 yang tertera di aplikasi.

“Sepuluh ribu saja,” kata Hasyim ramah.
Namun, aku sudah terlanjur menyiapkan uang Rp11.000 untuk membayar ongkos bentor. Awalnya Hasyim menolak uang lebih Rp1.000 itu, katanya sesuai aplikasi. Tapi aku tetap memberikan 11.000 itu dan kami berfoto bareng bersama bentornya.


