Hal serupa juga terjadi ketika aku naik bentor yang dikemudikan oleh Pak Halid Alfasa. Pak Halid sudah menekuni profesinya sejak tahun 1999.
Menurut penuturannya, awal mula adanya bentor diinisiasi oleh seorang anak STM yang memodifikasi becak dengan sepada motor agar bisa menjangkau jarak yang lebih jauh.
“Bentor itu khas Gorontalo, walaupun beberapa daerah di Sulawesi sudah ada. Tapi itu yang buat orang Gorontalo,” kata Halid.

Pak Halid juga menolak ketika aku melebihkan sedikit ongkos bentornya. Dia hanya bilang “Sesuai aplikasi saja,”. Dan mengembalikan uang lebihnya.
Selain keramahan pengemudinya. Bentor-bentor di Gorontalo sangat unik dan variatif. Mulai dari yang desainnya seperti transformer sampai seperti bumper mobil sport. Lengkap dengan dua lampu di sisi kanan dan kiri. Ada juga kepala bentor yang sudah dimodifikasi dengan tambahan sound system. Sangat unik sekali.

Kalau kamu berkunjung atau liburan ke Gorontalo, bentor menjadi moda transportasi yang wajib kamu coba untuk mengantarkan ke tempat tujuan.



