Pertama penginapan Taman Sari, kini berubah jadi Hotel Nunia. Kedua Penginapan Anugerah, terus Royal, dan Kasih Sayang. Hampir setiap pagi, saya jalan-jalan di Royal. Biasanya ngupat tahu di Royal – Pocis. Penginapan Anugerah masih bertahan dengan. Tapi penginapan Royal di car portnya ada cafe taau tepatnya warung kecil. Tapi ada tulisan “di jual”.

Sedangkan penginapan Kasih Sayang yang berada di belakang pertokoan Royal, ada gang kecil yang menghubunkan, sudah berubah jadi toko pakaian. Sangat disayangkan. Tahun 1980-an di depannya ada kios cukur Kasih Sayang.

Royal yang jadi tempat nongkrong bahkan jadi setting lokasi utama novel saya yang berjudul “Balada Si Roy”, tampak suram. Bioskop Merdeka jadi ruko-ruko dan ATM Center tak bernyawa. Tidak ada lagi gejolak anak muda. Menurut Andi Suhud, Ketua Umm Fekraf Banten, Royal akan bermetamorfosis jadi kawasan pedestrian. Mobil diparkir di areal Borobudur dan Roberta.




