Menurut Ersy, di sisi timur ada 26 KK dengan 8 rumah adat, juga di sisi barat 8 rumah adat. Jumlah penghuninya setiap rumah adat 2 hingga 3 KK. Total jumlah 142 orang yang menghuni desa adat Anakalang ini. Di tengah-tengahnya ada areal kosong seluas 6 X 6 meter, dikelilingi makam batu, yang digunakan untuk penyembelihan hewan.

Rumah adat Sumba biasa disebut Uma Bokulu atau Uma Mbatangu. Uma Bokulu bermakna rumah besar, sementara Uma Mbatangu berarti rumah menara. Rumah tradisional Sumba berbentuk rumah panggung dengan atap berundak menjulang bak menara.

“Selain atap menara itu tempat menyimpan hasil bumi, juga filosofinya adalah vertikal ke atas, ke roh-roh atau marapu,” Ersy menjelaskan.

