Ustadz Elan Zaelani Rahman: Kemerdekaan Bukanlah Kebebasan

Di pulau Jawa misalnya, berbagai perlombaan diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia—mulai dari panjat pinang, balap karung, sampai balap makan kerupuk tidak pernah absen dalam perlombaan.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengetahui pandangan para tokoh yang ada di Banten terkait perlombaan sampai dengan harapan kedepannya setelah merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-77.

Berikut ini wawancara saya dengan Ustadz Elan Zaelani Rahman yang berprofesi sebagai pengajar di MTs Darul Huda Pandeglang.

Pernah ikut lomba 17-an? Lomba apa? Apakah betul lomba balap karung memakai karug goni atau makan kerupuk adalah warisan penjajah, supaya imej kita tetap miskin?

Pernah. Adapun terkait dengan lomba-lomba tersebut, sebetulnya tergantung pada pandangan kita dan dari sudut mana kita memaknainya. Karena sejatinya, apapun yang sedang kita lakukan melalui media perlombaan di hari kemerdekaan, adalah wujud kebahagiaan warga Indonesia yangg sudah dijadikan budaya positif dan even tahunan, warga pun seolah diingatkan akan hari kemerdekaan dengan kegiatan tersebut.

Apa yang harus dilakukan oleh anak muda terkait Indonesia Merdeka untuk kedepannya?

Yang harus dilakukan anak muda adalah terus meningkatkan pembelajaran, kemampuan, kreativitas, dan daya saing, agar di kemudian hari menjadi bangsa yang tangguh dan siap bersaing denga siapapun.

Apa makna kemerdekaan bagi Ustadz?

Kemerdekaan dalam pandangan saya adalah momen untuk bermuhasabah, dan dalam proses muhasabah tu ada beberapa aspek yg mesti kita tingkatkan, terutama adalah dalam aspek ubudiyah, termasuk hal hubul wathon (cinta tanah air).

Bagaimana harapan Ustadz untuk kemerdekaan yang ke-77 ini?

Harapannya, rakyat Indonesia dapat mengingat kembali akan hak dan kewajibannya. Terutama yang harus diingat bahwa kemerdekaan bukanlah kebebasan apa yang kita lakukan dan kita sukai, tapi kemerdekaan adalah melakukan sesuatu yang telah diwajibkan kepadamu.

Nah, bagaimana menurut pembaca golagongkreatif, apakah pandangan dari Ustadz Elan Zaelani Rahman ini menarik? Silakan komen.*

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==