Buku Watir ini lucu. Bacaan wajib saat tegang menghadapi Pilpres 2024. Saya jadi ingat conent creator orang Sunda yang selalu ngebahas food street di India sana.
Rak Buku: Watir Penuh Canda Gaya Sunda

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Buku Watir ini lucu. Bacaan wajib saat tegang menghadapi Pilpres 2024. Saya jadi ingat conent creator orang Sunda yang selalu ngebahas food street di India sana.

Kalau di Indonesia, menyeberang jalan masih suka-suka. Tapi di Singapura harus di zebra cross. Kalau tidak, rawan denda

Pada 2012, Tias pernah ke Kuala Lumpur. Tapi ke Melaka belum. Alhamdulillah, sambil Safari Ramadhan, Tias tiba juga di Melaka.

“Lho, kok kamar depan? Emak sama Bapak di kamar kita aja. Kita yang di kamar depan,” sahutku. Suamiku masih melongo. Ia mungkin tak percaya istrinya memutuskan begitu.

Kalau ke Singapura, hati-hati soal uang. Harus siap-siap. Makan saja bisa Rp 100.000/orang

“Nek, doain ya, insyaallah Aa sama Tias mau beli tanah di belakang. Nanti rencananya dibangun rumah buat Nek sama Aki.” Akhirnya aku berterus terang.

Apa yang tidak bisa dilakukan hari ini? Teknologi informasi memudahkan segala hal yang tidak mungkin. Tapi membeli pengalaman, itu yang sulit. Gong Traveling siap melayani Anda.

Senang bisa honeymoon ala backpacker sama hubby. Semoga pulang membawa ide-ide segar bagi Rumah Dunia secara khusus dan dunia literasi secara luas

Lalu tiba-tiba ada kabar dari suamiku, yang mendapat rezeki cukup besar dari karyanya yang dibeli sebuah production house. Namun, suamiku minta kerelaanku uang itu akan dibelikan tanah di belakang rumah, seluas seratus meter persegi.

Pandemi Covid-19 membuat Gong Traveling vacum. Butuh 4 tahun untuk memulihkan semangat traveling. Semua karena Rumah Dunia. Ini upaya kami agar para relawan meningkatkan kapasitas dirinya dan ada subsidi untuk kas Rumah Dunia.

Sudah akhir Maret lagi. Lalu April. Kemudian Agustus. Dan itu HUT ke-79 RI. Flores Timur siap-siap dengan seleksi Paskibra.

Mendadak traveling. Hubby bosan di rumah. Kali ini ajak aku traveling. Mau dong. Apalagi aku belum ke Melaka dan Georgetown.

Kenapa pariwsata kita kalah populer dengan negara Asean lainnya?

Duta Baca Indonesia ketika dipegang oleh Gol A Gong terasa adir. Dia ada di mana-mana, menyaa para pegiat literasi.

Seruas jalan yang membuatku mengenang masa kuliah dulu. Braga Stones, Parisj van Java. Eropa kecil.

Bambu kuning yang tumbuh di Rumah Dunia ditanam Das Albantani, sang arsitek, sepuluh tahun lalu. Kini jadi rimbun dan meneduhi Rumah Dunia.

Pertengahan tahun 1999 aku melahirkan anak kedua. Aku mulai sibuk mengurus dua anak, jadi kegiatan membaca sering kulewati. Anak-anak mungkin menjadi sungkan datang. Mereka hanya sesekali muncul, itu pun sebentar.