Tepat pada tanggal 6 Agustus 1945, jam 08.15 waktu Jepang sebuah bom atom meledak di atas Hiroshima. Mereka hanya terpukau selarik kilat serupa petir, setelah itu sisanya mereka tersadar dari mimpi buruk, dengan luka disekujur tubuhnya. Perlahan tapi pasti mimpi buruk itu belum berakhir melainkan baru dimulai.

Tertatih-tatih keluar dari reruntuhan yang menimpa mereka, satu kehilangan kaki, dua kehilangan mata, satu lainnya kehilangan tangan dan tak terhitung kehilangan orang-orang terkasih dipelukannya. Mereka bertarung dengan waktu sesaat setelah bom itu meledak, sedangkan yang tersisa berlomba keluar dari reruntuhan, karena api kian membesar secara perlahan.

Berbagai efek yang dirasakan setelah ledakan itu. Dari rambut yang luruh semua, diare hebat, hingga pusing berkepanjangan. Terus dirasakan oleh para korban, hingga para dokter harus berjuang bersama waktu untuk segera menemukan antinya. Agar mampu menyelamatkan yang tersisa, termasuk yang berhasil sembunyi dalam tonarigumi (lubang perlindungan).

Menurut laporan 62.000 bangunan dari 90.000 bangunan yang ada telah hancur dan 6.000 bangunan lainnya rusak parah. Berdasarkan penelitian hasil mencengangkan di temukan bahwa titik pusat bom pastilah mencapai 6.000°celcius. Bedasarkan data 78.150 orang tewas, 13.983 orang hilang, dan 37.425 orang terluka. Rincian cerita yang begitu detil, memaparkan setiap kengerian, kepanikan, putus asa juga secercah harapan di ujung asa para korban.

Penulis benar-benar merangkainya dalam kalimat lugas namun mudah dicerna, bahasa yang digunakan tidak rumit oleh berbagai istilah ilmiah, menepis perkiraan saat membaca judul bukunya. Cerita berlatar tahun 1945 ini menjadi satu bukti sejarah, betapa sangat cepatnya Jepang berhasil keluar dari fase terburuk yang tidak dialami negara manapun. Dan bermanufer menjadi negara adidaya yang paling disegani di dunia selain Amerika dan Eropa.

Jepang benar-benar mampu membuktikan, kehancuran bukan untuk tepuruk tapi untuk terlahir kembali bahkan mampu bertaring lebih tajam dari negara yang pernah menghancurkannya. Dunia mengakui dan meliha bukti nyata. Seberapapun dahsyat kerusakan dan traumatic yang diakibatkan perang, tapi masih Jepang menolak untuk kalah dalam kehancuran, tapi kalah untuk mempelajari seberapa kekuatan lawan. Kini negara satu ini berdiri di jajaran negara terkaya secara ekonomi dan militer.
Apapun itu bentuk peperangan, tetap akan meninggalkan korban-korban. Tidak saja fisik juga psikologis yang terluka. Tapi untuk bangkit dan kembali berdiri lebih kuat dari sebelumnya, inilah yang menjadi nilai plus buku ini. memberi begitu banyak inspirasi dan motivasi kehidupan. Buku yang sangat rekomendasi untuk dibaca. Bravo!

Judul : HIROSHIMA KETIKA BOM DIJATUHKAN
Penulis : John Hersey
ISBN : 979-3731-29-x, 165 hal.; 11,5 x 17,5 cm
Terbitan : Komunitas Bambu, 2008
Penerjemah : Gatot Triwira
Kuningan, 10 November 2022




MasyyaAllah ….semua buat pembelajaran….kedepannya semoga selalu lebih baik Amiin..
Semangat Sepanjang Masa Succesfull Sedulur SatuPena SatuHati SatuJiwa SatuRasa KOMPAK KEBERSAMAAN sepanjang masa Succesfull Sedulur