Saya Lahir dari Rahim Puisi, Kemudian Menulis Novel

Saya lahir dari rahim puisi. Karya pertama saya puisi, tahun 1981 dimajalah HAI. Honornya Rp 3500. Saya kecewa. Bagaimana saya bisa mengongkosi idealisme saya. Kemudian saya menemukan kenyataan, orang Indonesia tidak menyukai puisi waktu itu. Lalu saya kuliah di Fakultas Sastra UNPAD Bandung (1982-85).

Saya kemudian mengenalkan puisi di setiap karya novel saya, terutama Balada Si Roy, yang akan difilmkan Fajar Nugros. Sepanjang 1988-1994, saya jadikan puisi sebagai penghias di setiap novel saya. Mendekatkan puisi dengan cara pop culture.

Strategi saya berhasil. Itu menurut testimoni para penyair ternama sekarang, seperti Hasan Aspahani, Fikar W Eda, dan masih banyak lagi, yang mengenal puisi dari novel saya. Bahkan banyak para pembaca yang menaklukkan perempuannya dari puisi-puisi Toto St Radik, yang ada di Balada Si Roy.

Di era 2000-an, puisi makin menggeliat. Muncul puisi internet Cybersastra. Mira Lesmana di film Ada Apa dengan Cinta. Aan Mansyur dengan centil dan penuh gaya mengenalkan puisi (Tidak Ada New York? Lupa judulnya).

Kini di era literasi digital, semua medsos dipenuhi puisi. Lihatlah, semua ingin jadi lujangga! Kata-kata indah berhamburan. Ada yang original karya sendiri, ada yang copy paste. Pemain lama seperti saya juga membaca puisi di akun YouTube GolAGong TV dan IG @golagong. Tidak penting lagi penonton offline, secara online juga bikin happy.

Nah, di saat lockdown, di rumah saja, puisi semakin dicintai. Rumah dan Corona membuat orang Indonesia, segala usia, jadi puitis. Saya baru saja mengirimkan dua puisi untuk diterbitkan jadi antologi puisi Corona bersama para penyair Indonesia. Juga membuat playlist Tadarus Puisi di YouTube GolAGong TV.

Jadi Corona dan internet sangat berjasa bagi perkembangan puisi di tanah air. Kita jadi berkontemplasi, mawas diri, instrospeksi, dan menumpahkan isi perasaannya lewat puisi. Ini menggembirakan. Literasi baca tulis kita bergerak.

Semoga trend ini terus berkembang, bahkan ketika corona berhasil kita usir. Insya Allah.

Salam Literasi
Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==