Setiap melihat lukisan itu, terkenang kita pernah melewatinya. Di saat hujan, petir merobek langit. Kita mengejar kenangan, tapi masa depan meninggalkan. Kita berlari menjauhi senja, fajar tak pernah muncul.
Aku ingin melupakanmu. Aku tak ingin lagi datang ke kotamu. Senyummu menusukku bersama kebohongan. Aku kedinginan, kau tertawa bermain salju. Aku menghitung usia, kau memakai baju pengantin.
Aku ingin melupakanmu. Seperti halnya melupakan pernah menciummu di selembar sajadah.
*) Serang 11/3/2016



